You are currently viewing Butuh Seumur Hidup Untuk Mencintaimu

Butuh Seumur Hidup Untuk Mencintaimu

Pernahkah bangun dari tidur mendadak hati berat sekali, bagaikan tertimpa beban begitu besar sehingga nafas seakan akan tersedat-sendat menahannya, yang tertahan itu rindu yang sangat amat kepada seseorang yang begitu dicintainya yaitu orang tua kita, rindu datang begitu tiba-tiba dan sangat mendadak kita belum siap menerima keadaan seperti itu, terduduk terdiam sendiri mengenangnya dengan tanpa disadari air mata meleleh bagai gunung es yang terpapar sengatan matahari meluncur deras kepipi hingga membasahi seluruh wajah, semakin ditutupi dan diseka dengan jemari-jemari tangan semakin deras mengalir tanpa batas, tak juga mampu menahan hingga suara-suara lirih semakin keras terdengar telinga dan kemudian dari lisan ini terucap dengan berbata-bata, aku timdu padamu mah, benar-benar ingin sekali menatap wajah bening ihlasmu ketika itu.

Setiap diri adalah anak dari orangtuanya, kita adalah tetap anak meskipun kita sudah memilki anak bahkan cucu, tetap saja kita adalah anak dari oarangtua kita, yang keluar dari rahim seorang ibu yang begitu sayang tanpa syarat, tertanam dalam rahim yang terlindungi diniding yang kuat penuh kasih sayang, dan kita memang tidak bisa memilih dari rahim mana kita keluar, dan kita tidak diberi kuasa dari nasab mana kita tersambung kuat, tapi yang kita harus tahu bahwa dititipkan dari oarang tua yang tepilih, Allah yang telah memilihkan untuk kita orang tua yang hebat, beryukurlah tentang itu.

Sehingga syukur kita kepada orang tua disejajarkan dengan syukur setelah sang pencipta yaitu Allah Subhanahu wataala, “Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman: 14).

Bersyukur atau syukur terdiri dari syin, kaf dan ra’ (syakara} yang mankanya diambil dari beberapa kamus adalah kata ini bermakna membuka, menampakkan, menyingkap, dan menunjukkan, yang lawan katanya kafara yang artinya menutup kebenaran, menolak kebenaran, atau mengetahui kesalahan tapi tetap menjalankannya.

Dengan demikian, makna kata dasar syukr di atas dapat kita pahami dengan perasaan syukr menuntut pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan dan pengamalan/ pemanfaatan nikmat tersebut melalui anggota tubuh.

Maka bersyukurlah kepad Allah dan kedua orang tua adalah bentuk pengakuan diri bahwa kita diberikan kenikmatan yang sangat luar biasa dipilihkan orang tua yang penuh perhatian dan penuh kasih sayang, merawat dari kecil hingga seperti ini, kita menjadi orang yang sukses itu berkat suksesnya orang tua dalam mengasuh dan membimbing kita, kita menjadi apapun peran yang terbaik dalam kehidupan ini tidak lepas dari peran hebat dari orang tua kita, menjadi terdidik, terpelajar dan menguasi ilmu sehingga kita orang alim, itu ada peran yang kuat dan hebat dari orang tua kita, sekarang kita sukses itu berkat suksesnya orangtua, dan kita yang menjadi orang tua akan disebut sukses menjadi orang tua sukses adalah jika mampu membuat anak-anak kita lebih sukses dari diri kita sendiri.

Menjadi paham peran orang tua jika kita telah menjadi orang tua, bayangkan ketika remaja dan masa muda dulu menganggap orang tua kita begitu kolot dan konserpatif dalam mengasuh dan mendidik kita, kesan kita oarng tua itu menjadi penghambat kebebasan diri dalam berkepresi sebagai anak muda, terlalu kolot dalam berfikir dan bersikap dilebalkan dan disematkan kepada orang tua kita, sekarang setalah menjadi orang tua baru tahu bahwa kehati-hatian orang tua kepada anak-anaknya agar tidak tersesat dalam perjalan hidupnya, menjadi rem pengatur kecepatan kebebasan diri yang bergejolak dalam jiwa muda, karena sesungguhnya orang tua kita juga dulu pernah muda seperti kita juga, sehingga mereka lebih tahu dulu dari kita, pengelaman adalah guru terbaik, dan orang tua adalah bukan hanya menjadi guru tapi oarang tua adalah sekolah terhebat dalam kehidupan kita semua.

Bersyukurlah bagi kita yang masih memiliki orang tua yang masih hidup, masih memiliki syurga yang didunia ini, masuklah dalam surganya penuh kebahagian, damaikan hatinya yang begitu sejuk dan teduh, sapalah dengan kasih sayang seperti neliau lakukan semasa kecil, ajaklah bicara dengan penuh perhatian, dan jadilah pendengar yang baik dan lebih utama lagi adalah raihlah ridhonya agar Allah meridho kehidupan kita.

Dan sebuah riwayat Rosulullah dan para sahabatnya dalam sebuah perjalannan, kemudian Rosul meyuruh sahabatnya untuk menunggu sebentar, berjalanlah Rosulullah disuatu tempat dan teryata itu adalah pusaran makam Ibunda Aminah, tersimpuh Rosulullah kemudian terisak tangisnya terdengar para sahabat-sahabatnya, begitu rosulullah menangis sahaba-sahabat nabipun ikut menangis.

Anak tetaplah jadi anak untuk orangtuanya, dan rindu anak akan orangtuanya menjadi penghubung untuk tetap mendoakanya, butuh semur hidupku untuk mencintimu… mak.

Leave a Reply