You are currently viewing Membangun Multiple Intelligences Santri

Membangun Multiple Intelligences Santri

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna  (Q.S. At-Tin: 5). Secara fisik, manusia memiliki struktur tubuh yang sangat sempurna, ditambah lagi dengan pemberian akal, maka ia adalah makhluk jasadiyah dan ruhaniyah.  Akal yang dianugerahkan kepada manusia memiliki tingkatan kecerdasan yang berbeda-beda.

Dan menurut para ahli bahwa seseorang memilki kecerdasan masing masing yang dapat digali dan dimaksimalkan untuk mencapai hidup yang sukses dan bahagia, tidak ada anak yang bodoh hanya karena tidak mampu menjawab soal soal ujian, mungkin saja anak tersebut memilki kecerdasan lain misalnya kecerdasan bahasa (lingsuitik), kecerdasan linguistik adalah kemampuan seseorang atau individu dalam mengolah serta menggunakan kata dengan sangat baik, dilihat dari lisan ataupun tulisan. Kecerdasan ini melingkupi penguasaan kata yang matang, suara dan ritme yang sangat jelas dan tenang serta intonasi yang diucapkan sangatlah baik, sehingga anak memiliki kemampuan berbahasa dengan baik, maka jika dimaksimalkan dengan program bahasa yang benar anak tersebut akan menjadi penceramah, penulis bahkan menjadi anggota legislatif atau eksekutif.

Pondok Pesantren Ashabul Fikri menerapkan dalam pola pendidikannya dengan menggunakan kecerdasan majemuk, kecerdasan majemuk itu menurut Gardner (dalam Hoer, 2007)   menyatakan bahwa kecerdasan adalah kemampuan dalam menyelesaikan suatu masalah, atau menciptakan suatu hal yang memiliki nilai di dalam suatu budaya. Gardner (2003) sudah mengembangkan seperangkat kriteria dalam menentukan serangkaian kecakapan dalam membangun kecerdasan. Kriteria ini fokus pada penyelesaian masalah serta menciptakan suatu produk, yang berdasarkan pondasi biologis serta aspek psikologi dalam kecerdasan itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan kecerdasan tersebut menurut Gardner, yaitu:

  • Kecakapan dalam memecahkan masalah yang dihadapi di dalam kehidupan.
  • Kecakapan dalam mengembangkan masalah yang baru untuk dipecahkan.
  • Kecakapan dalam membuat suatu hal atau melakukan sesuatu yang bermanfaat di dalam kehidupan.

Dan selanjutnya terdapat 9 kecerdasan yaitu :

  1. Kecerdasan Linguistik. Merupakan kemampuan dalam menggunakan kata dengan cara yang efektif, baik untuk memengaruhi ataupun untuk memanipulasi sesuatu. Di dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan lingusitik bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis.
  2. Kecerdasan logis-matematis. Adalah kecerdasan yang melibatkan keterampilan dalam mengolah angka, atau kemahirannya dalam menggunakan logika dan akal sehat. Di dalam kehidupan sehari-hari ini bermanfaat untuk menganalisa laporan keuangan, memahami perhitungan utang nasional, atau mencerna laporan sebuah penelitian.
  3. Kecerdasan visual dan spasial. Yaitu kecerdasan yang melibatkan kemampuan seseorang dalam memvisualisasikan gambar, di dalam kepalanya. Dengan cara dibayangkan atau menciptakannya ke dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Kecerdasan ini juga sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, contohnya saat menghias rumah atau merancang taman, menggambar atau melukis, menikmati karya seni.
  4. Kecerdasan musik. Yaitu yang melibatkan kemampuan seseorang dalam menyanyikan lagu, mengingat melodi musik, memunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Manfaat dari kecerdasan musik ini dalam kehidupan sehari-hari diantaranya yaitu ketika menyanyi, memainkan alat musik, menikmati musik di TV/ Radio.
  5. Kecerdasan intrapersonal. Adalah yang melibatkan kemampuan dalam memahami diri sendiri, serta kecerdasan untuk mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya, dan untuk mengetahui apa kekuatan dan kelemhan dalam dirinya. Hal itu juga termasuk dalam kecerdasan dalam merenungkan tujuan hidupnya sendiri, dan untuk memercayai diri sendiri.
  6. Kecerdasan kinestetik. Adalah kecerdasan dari seluruh tubuh an kecerdasan tangan. Di dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan ini sangat dibutuhkan. Contohnya pada saat membuka tutup botol, memasang lampu di rumah, memerbaiki mobil, olah raga, dan berdansa.
  7. Kecerdasan naturalis. Adalah kecerdasan yang melibatkan kemampuan dalam mengenali bentuk alam di sekitarnya. Kecerdasan ini dalam kehidupan sehari-hari dapat berbentuk berkebun, berkemah, atau melakukan proyek ekologi.
  8. Kecerdasan eksistensial. Yaitu kemampuan dan juga kepekaaan pada seseorang dalam menjawab segala persoalan yang terdalam, tentang keberasaan manusia. Contohnya seringnya muncul pertanyaan mengapa aku ada? Apa makna dari hidup ini? Bagaimana seseorang bisa mencapai tujuan hidupnya? Dan kenapa seseorang harus mati, jikapun mati harus ke mana.
  9. Kecerdasan interpersonal. Yaitu yang melibatkan kemampuan seseorang dalam memahami serta bekerja dengan orang lain. Kecerdasan ini juga mellibatkan banyak hal contohnya kemampuan berempati, kemampuan memanipulasi, kemampuan “membaca orang”, kemampuan berteman.

Pondok Pesantren Ashabul Fikri memformulasikan kecedasan tersebut bukan hanya terori teori belaka tapi lebih implementatif, sehingga kehidupam santri selama di Pondok Pesantren adalah sarana pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan santri tersebut, sebagai contoh dalam mengatur kehidupan santri di pondok seluruhnya diatur oleh santri itu sendiri, dari mengurusi diri sendiri hingga mengurus santri yang lain, maka dipilih ketua organisasi santri dan bagian bagiannya, dari mulai kebersihan hingga keamanan dilakukan secara mandiri oleh santri yang dibimbing langsung oleh bagian pengasuhan Pondok Pesantren Ashabul Fikri

Kecerdasan majemuk

Leave a Reply