Beberapa kali keinginan untuk menulis tentang tidur, dan baru kali ini Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk mengeksplor tentang tidur, memang kelihatan sederhana dan bahkan terkesan remeh sekali, tapi kurang tidur membuat seseorang akan mengalami gangguan metobolisme tidur, kurang tidur membuat fisik dan non fisik akan terganggu, dan kurang tidur tidak bisa digantikan dengan segalas kopi dan suplemen yang lain agar tetap segar dan bugar, kalau kurang tidur maka harus diganti dengan tidur lagi, maka ada istilah ada hutang tidur agar keselarasan tubuh bisa dipenuhi.
Dan ketika akan menulis tentang tidur, teingat satu ayat dalam Al-Quran tentang tidur yang tertulis dalam surat Ar-Rum ayat 23
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari, dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mau mendengar” (QS. Ar-Rum [30]: 23).
Dan menarikanya dalam Al-quran ayat yang didahului dengan wamin ayatihi (وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ) hanya ada 11 ayat saja, ini menunjukan satu tanda-tanda dari kebesaran Allah, salah satunya terkait tentang tidur, begitu istimewanya tentang tidur ini, maka karena bentuknya adalah menerangkan tentang kebesaran Allah Subahanahu wataala, maka dipastikan banyak hikmah dan manfaat dari tidur itu.
Allah menjadikan tidur sebagai bentuk usaha dalam mencari karuniaNya Allah Subahanahu wataala, bagaimana mungkin tidur itu sebagai bentuk usaha untuk mencari karunia Allah ? dan karunia Allah satu diantaranya adalah rizki, dan telah kita bahas dalam tulisan saya tentang magenet penarik rizki, bahwa rizki itu bukan hanya uang dan harta, tapi bisa kiga kesehatan, ketenagan dan kedamaian.
Dalam ayat di atas tidur tergantung kebiasaan seseorang, ada yang tidur pada malam hari dan tidak sedikitpula yang tidur itu siang hari, dan tidur adalah aktvitas pasif dari tubuh manusia, sehingga tidur dijadikan waktu menhsitirahatkan fisik manusia agar pulih kemabali ketika bangun tidur, untuk seseorang berkativitas pagi hingga sore hari kemudian tdurnya dilakuakn pada malam hari kemudian dikenal dengan pola tidur Early bird dan ada juga seseorang memilki produktivitas pada malam hari sehingga pekerjaan dilakukan pada malam hari, kemudian untuk istrirahat tidur pada siang hari kemudian pola seperti ini disebut dengan tidur kalong atau night owl, baik tidurnya gaya burung (Early bird) atau gaya kalong (night owl) sama baiknya.
Menurut beberapa ahli tentang kesehatan yang ditulis dalam situs resmi P2PTM Kemekes RI, mengatakan Tidur bukan hanya soal beristirahat; ia merupakan proses penting bagi tubuh untuk memulihkan energi, memperbaiki sel, serta menjaga keseimbangan fisik dan mental. Namun, tidak semua tidur memberikan manfaat yang sama. Tidur berkualitas memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Bebebrapa indikator bahwa tidur kita berkualitas adalah sebagai berikut :
- Terbangun dalam keadaan segar: Anda merasa bugar dan berenergi saat bangun
- Tidak terbangun sering di malam hari: Tidur tanpa sering terbangun adalah tanda bahwa tubuh menjalani siklus tidur yang utuh.
- Tidur cukup lama: Rata-rata orang dewasa memerlukan 7-9 jam tidur setiap malam untuk mendapatkan manfaat maksimal dari tidur.
- Tidak merasa mengantuk di siang hari: Jika Anda sering merasa mengantuk atau lelah di siang hari, itu bisa jadi tanda kurangnya kualitas tidur.
Dan banyak ahli mengatakan tidur yang baik adalah tidur yang berkualitas, bagaimana yang disebut tidur berkulitas itu ? Apakah dengan durasi yang lama kita tidur itu ?, tidur berkualitas adalah tidur sebentar saja tapi tidurnya memang pulas. Lama dan tidak lama bukan ukuran kualitas sebuah tidur, tidur yang berkualitas tidur itu jika kita terbangun dari tidurnya badan terasa segar, bugar dan siap kembali beraktivitas kembali, tidur dalam waktu yang panjang tapi tidak bisa mengembalikan kebugaran tubuh dan jiwa perlu juga dipertnyakan, koq bisa sih ? atau tidur dengan waktu yang singkat itu juga tidak mampu membangkitkan pemulihan pada tubuh dan terasa masih lelah berarti tidurnya juga tidak berkualitas.
Kalaulah tidur kita meneliti bagaimana Baginda Rosulullah itu tidur, dari bagaimana mengenai waktunya ? dari cara tidurnya ? apa saja yang dilakukan sebelum tidur ? Dari pertanyaan tersebut maka akan terlihat kulitas tidur, dapat diukur kualitasnya dengn baik, karena bertanya tentang kulitas maka standar pengukurnya harus jelas dan indikatornya apa saja. Yuk kita simak bagaimana tidurnya Baginda Rosulullah tersebut.
Kalau meilhat waktu tidur Baginda Rosulullah tidur itu terdapat tiga waktu tidur Rosulullah. Yang pertama tidur di awal waktu malam setelah sholat isa sesuai dengan hadist Nabi, “Rasulullah SAW tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam. Lalu beliau melakukan sholat,” (HR Muttafaqun ‘alaih).
Baginda Nabi selalu tidur setelah Sholat Isya kecuali ada kepentingan umat yang harus dibicarakan malam itu atau sedang melakukan safar atau berpergian. Setelah itu Nabi terbangun lagi dipenghujung malam atau seperti malam untuk melakukan sholat malam.
Dan yang kedua waktu tidur menjelang azan pertama diwaktu subuh dan terbangun kembali ketika azan kedua diwaktu subuh, atau kira-kira 10 atau 15 sebelum sholat subuh dilaksanakan, dan setalh sholat subuh tidak pernah Rosulullah tidur, tidur setelah subuh itu disebut tidur hailullah, tidur diwaktu ini adalah dilarang oleh nabi Muhammad, sesuai dengan hadistnya, “ Apabila kamu selesai sholat subuh janganlah kamu tidur tanpa mencari rizki”. (HR. Thabrani).
Dan yang ketiga waktu tidurnya Baginda Nabi Muhammad yaitu tidur pada siang hari disebut tidur Qailulah dan ada dua pendapat tentang tidur qailulah itu, ailululah itu ada yang mengatakan sebelum sholat dhuhur ada juga yang berpendapat setelah sholat dhuhur, intinya tidur qailulah dianjur untuk persiapan sholat malam nanti, adapun menurut hadist nabi, “Tidurlah qilulah (siang hari), sesungguhnya syetan tidak tidur di waktu qailulah (HR. Thabrani).
Terdapat pelarangan waktu tidur adalah waktu setalah sholat asar, kemudian disebut dengan tidur ailulah, tidur setalah ashar ini berkibat menurunkan kecerdasan akal seseorang dan juga mendatangkan banyak penyakit, kemudian rasulullah berkata, “Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri” (HR Ad-Dailami)
Dan selnjutanya bagaimana cara Baginda Nabi Muhammad tidur itu, terdapat perilaku Nabi yang perlu juga dieprhatikan dan diikuti cara tidur Rosulullah tersebut, sebagai berikut ini :
- Sebelum tidur berwudhu terlebih dahulu, fungsi untuk menjaga kesucian fisik dan jiwa, agar terhindar dari keburukan, terhindar dari gangguan jin dan setan, dan Rasulullah sangat mengajur hal ini sesuai dengan hadisnya, ” “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
- Sebelum tidur Rasulullah SAW berdoa “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup). Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)
- Tidur dalam keadaan gelap, dan menutup pintu dan menutup tempat air sebagai bentuk kehati-hatian dalam keamanan sesuatu, dan Rasulullah bersabda, ““Padamkanlah lampu saat akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana, dan tutuplah makanan dan minuman” (Muttafaq Alaih)
- Dan tidur menghadap kanan sebelah kanan, dan menjadikan tangan sebagai bantalnya, dalam hadist nabi dikatan sebagi berikut : “ “Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Itulah cara rosulullah tidur yang kualitas, jadi tidur berkulitas bukan masalah waktunya saja, tapi perilaku sebelum tidur, agar mendapatkan kondisi yang segar, bugar, sehat dan kembali bersemangat menghadapi hari untuk beraktivitas, dan juga tidur adalah sebuah kebaikan untuk tubuh dan juga jiwa, karena kebaikan adalah sedekah, jadi tidurlah dan dapatkan kebaikan dari sedekah kita.
