You are currently viewing SHOLAT DAN ENERGI KEHIDUPAN

SHOLAT DAN ENERGI KEHIDUPAN

Dalam isro dan Mi’rojnya Nabi Muhmmad, di perjalanan Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa salam dipanggil oleh seorang nenek tua di pinggir jalan, “Wahai Muhammad! lihatlah kepadaku aku ingin bertanya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa salam tidak menjawabnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa salam berkata, “Apa ini wahai Jibril?” Jibril berkata, “sesungguhnya tidak tersisa dari umur dunia melainkan apa yang tersisa dari umur nenek tua itu.”.

Dalam kisah diatas bahwa usia dunia ini sudah sangat tua sekali sehingga disimbolkan dengan nenek-nenek tua renta, dan kejadian isro Miroj Kanjeng Nabi Muhmmad empat belas ribu tahun yang lalu dunia itu sudah tua, dan bagaimana kondisi dunia ini sekarang, pasti sangatlah sangat tua sekali, sehingga umat sekarang ini berada dalam akhir jaman, umat yang menempati dunia yang sudah pada akhir episode kehidupan, mungkin saja kita hidup di dunia ini hanyalah bonus dari perbuatan dari sebagian umat Islam yang masih mau melakukan ibadah terutama sholat.

Mengapa sholat menjadi faktor penentu dunia ini masih bertahan dan belum juga terimpa kiamat yang mengancurkan, karena masih ada orang-orang yang menyembut nama Allah dan sholat, kemudian ada pertanyaan koq bisa kiamat tidak akan datang selagi masih ada orang sholat dimuka bumi ini ? yuk kita kaji dengan beberapa ilustrasi dari sebuah pemikiran sederhana saja.

Pertama; Bumi ini memiliki dua pusat magnet besar yaitu utara dan selatan atau sering kita sebut dengan kutub utara dan kutub selatan, keduanya saling tarik menarik, dan untuk menyimbangkan butuh titik tengah poros bumi yang memiliki engeri yang kuat untuk mengurangi dan menteralisir gaya tarik menarik dua kutb tersebut, maka titik tengah itu adalah Ka’bah.

Kedua ; Kabah itu disbeut juga dengan nama lain adalah “umul quro” atau dalam arti induk perkampungan dunia atau dengan isitilah pusat bumi, karena Ka’bah simetris diatasnya adalah Baitul makmur, tempat para malaikat melakukan tawaf seperti dibawahnya.

Menurut Al-Albani menuturkan hadits dan bernilai shahih dari Rasulullah SAW melalui Qatadah, ia berkata, “Kami mendengar bahwa pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW bertanya kepada para sahabat, “Apakah kamu tahu apakah Baitul Makmur itu?”

Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Baitul Makmur adalah sebuah masjid di langit. Di bawahnya adalah Ka’bah. Andai Baitul Makmur itu runtuh, ia menimpa Ka’bah.”

Al-Albani mengatakan, “Kesimpulannya adalah bahwa tambahan kata ‘lurus dengan Ka’bah’ adalah kalimat yang disepakati dalam semua riwayat.”.

Dan kita meyakini bahwa tawaf yang dilakukan di kabah memiliki memiliki dan memunculkan energi yang sangat kuat hingga terhubung dengan energi tawaf yang dilakukan oleh para malaikat.

Ketiga; umat Islam disyariatkan untuk menghadap kiblat yaitu Kabah dlam sholatnya, seluruh umat dari penjuru dunia jika melakukan sholat menghadap Kiblat, kecuali dalam kondisi tertentu misalnya dalam perjalanan.

Dengan seluruh umat Islam mengahadap kiblat yang sama yaitu Kabah, maka itu akan membuat akumulasi energi yang terpusat menuju kabah, dan ini seperti isronya energi sholat menuju kabah, dan kemudian kabah terdapat banyak umat yang melakukan tawaf, dari energi umat yang sholat menghadap kabah dan kemudian energi itu diputarkan bersama dengan mereka yang sedang tawaf menembus lapisan langit hingga Baitul makmur, sehingga energi itu mikroj ke Baitul makmur, maka energi titik poros bumi ini yang ada di kabah dapat menyeimbangkan daya Tarik menarik dari dua kutub tersebut, sehingga bumi terjaga keseimbangnya.

Sehingga keimpulan sementara atau hipotisis sementara bahwa selagi masih ada yang sholat dibumi ini maka kiamat tidak akan terjadi, dan sehingga sholat itu menjadi sedekah bagi semesta ini.

Wallahu ‘alam bisawab

Leave a Reply