You are currently viewing MAGNETIKA RIZKI

MAGNETIKA RIZKI

Ayah Haji Nursoleh Hasyim*

Setiap makhluk yang hidup di bumi ini telah Allah berikan rizkinya,tidak ada yang luput dari rahmatNya, begitu Maha Kasih sayangnya Allah kepada seluruh semesta, dan pengaturan semesta ini dengan tata kelola dengan rahamaniyah, segalanya penuh kesempurnaan dan keseimbangan, tidak ada yang berhak untuk dipuji selain Allah.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, (Al-Fatihah : 2)

Pada ayat di atas, Allah memulai firman-Nya dengan menyebut “Basmalah” untuk mengajarkan kepada hamba-Nya agar memulai suatu perbuatan yang baik dengan menyebut basmalah, sebagai pernyataan bahwa dia mengerjakan perbuatan itu karena Allah dan kepada-Nyalah dia memohonkan pertolongan dan berkah. Maka, pada ayat ini Allah mengajarkan kepada hamba-Nya agar selalu memuji-Nya.

Alhamdulillah artinya pujian, karena kebaikan yang diberikan oleh yang dipuji, atau karena suatu sifat keutamaan yang dimilikinya. Semua nikmat yang telah dirasakan dan didapat di alam ini dari Allah, sebab Dialah yang menjadi sumber bagi semua nikmat. Hanya Allah yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. Karena itu Allah sajalah yang berhak dipuji. Orang yang menyebut Alhamdulillahi robul alamiin bukan hanya mengakui bahwa puji itu untuk Allah semata, melainkan dengan ucapannya itu dia memuji Allah.

Rabb artinya pemilik, pengelola dan pemelihara. Di dalamnya terkandung arti mendidik, yaitu menyampaikan sesuatu kepada keadaan yang sempurna dengan berangsur-angsur.

‘Alamiin artinya seluruh alam, yakni semua jenis makhluk. Alam itu berjenis-jenis, yaitu alam tumbuh-tumbuhan, alam binatang, alam manusia, alam benda, alam makhluk halus, umpamanya malaikat, jin, dan alam yang lain. Ada mufasir mengkhususkan Alamiin pada ayat ini kepada makhluk-makhluk Allah yang berakal yaitu manusia, malaikat dan jin. Tetapi ini mempersempit arti kata yang sebenarnya amat luas.

Dengan demikian, Allah itu Pendidik seluruh alam, tak ada sesuatu pun dari makhluk Allah yang terlepas dari didikan-Nya. Tuhan mendidik makhluk-Nya dengan seluas arti kata itu. Sebagai pendidik, Dia menumbuhkan, menjaga, memberikan daya (tenaga) dan senjata kepada makhluk itu, guna kesempurnaan hidupnya masing-masing.

Siapa yang memperhatikan perjalanan bintang-bintang, menyelidiki kehidupan tumbuh-tumbuhan dan binatang di laut dan di darat, mempelajari pertumbuhan manusia sejak dari rahim ibunya sampai ke masa kanak-kanak, lalu menjadi manusia yang sempurna, tahulah dia bahwa tidak ada sesuatu juga dari makhluk Allah yang terlepas dari penjagaan, pemeliharaan, asuhan dan inayah-Nya.

Karena seluruh semesta itu memiliki saling terhubung satu dengan yang lain, dan manusia adalah pusat seluruh hubungan antara makhluk di alam semesta ini, sehingga manuisa memiliki tugas menjadi khalifah dimuka bumi ini.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Pemimpin yang dipimpinanya akan memunculkan keterhubungan, pola hubungan yang baik, sejatinya dibangun dengan komunikasi yang baik juga, bagiamana cara berkomunikasi dengan semesta itu ? ini yang akan sedkit kita bahasa kemudian.

Ciri dari kehidupan itu bergerak, dan bergerak itu menghasilkan getaran atau vibrasi dan vibrasi akan memunculkan gelombang atau frekuensi. Jadi secara sederhannya komunikasi kita dengan semesta itu melalui gelombang dan frekuensi yang kita munculkan bagi semesta, jika berbuat baik kepada makhluk Allah, itu tandanya kita sedang menebarkan gelombang kebaikan bagi semesta, dan gelombang kebaikan itu pada akhirnya menyapa kita kembali. Dan begitu juga sebaliknya jika berbuat keburukan akan memnculkan gelombang keburukan bagi semesta, dan di akhinya gelombang keburukan itu akan menerpa kita sendiri.

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ

Artinya : “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” (Ar-Rahman : 60)

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (Al-Zalzalah: 7-8)

Satu dari banyaknya hukum alam yaitu hukum tarik menarik (Low Atraction) yang menjadi alat analisa dari magnetika rizki Allah, dan hal tersebut dapat menjadi landasan umum untuk menjelaskan Hukum Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik). Dalam buku “The Secret” Karangan Rhonda Byrne, dikatakan bahwa rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika kita membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yaitu kita sebagai manusia khalifah dimuka bumi ini.

Manusia adalah keluarga besar dari semesta, dan kepala kepala keuarga itu adalah manusia itu sendiri, yang tubuhnya mengandung seluruh unsur semesta, jika kita bicara semesta maka akan bicara manusia, dan bicara manusia akan bercerita tentang semesta, dan ini tersirat dalam firman Allah :

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al-Hijr : 28)

Dari hasil penelitian bahwa unsur-unsur yang terdapat pada tubuh manusia juga terdapat di dalam tanah. Tubuh manusia terdiri atas air (kadarnya antara 54-70%), lemak (14-26%), protein (11-17%), karbohidrat (10%), dan unsur-unsur anorganik (5-6%). Jika kandungan itu diurai ke dalam unsur-unsur dasarnya maka akan didapat hasil bahwa tubuh manusia terdiri atas oksigen (65%), karbon (18%), hydrogen (10%), nitrogen (3%), kalsium (1,40%), fosfor (0,70%), sulfur (0,20%), potassium (0,18%), sodium (0,10%), klor (0,10%), magnesium (0,054%), dan beberapa unsur lain (0,014%), seperti yodium, fluor, brom, besi, tembaga, mangan, seng, krom, kobalt, nikel, molihdenum, vanadium, silicon, dan aluminium. Unsur-unsur kimia yang dikandung tanah tidak berbeda dengan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tubuh manusia. Semua unusur itu terdapat pada saripati tanah, sesuai dengan firman Allah :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ

Artinya : “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah”. (QS. Al-Mu’minun : 12).

Maka teranglah bawa manusia bagian dari keluarga semesta, karena bagian dari keluarga maka akan muncul saling mencintai, menyayangi dan saling merahmati. Maka, cara kerja dari hukum tarik menarik (Law Atraction) adalah dengan cara melakukan seselarahan atau koherensi dengan semesta,

Mekanisme tarik menarik merupakan bagian dari magnitika, berfungsi menarik komponen yang dibutuhkan oleh kita dari alam semesta itu, dan cara terbaik dari itu adalah dengan mengaktivasi unsur magnetik atau penarik dalam diri manusia yang bersumber di hati, dengan dzikir dan sholatlah media terbaik dalam mengaktivasi tersebut.

Dengan dzikir hati akan menghasilkan getaran magnetik kasih sayang dan kebaikan, dan akan menarik kebaikan dan kasih sayang dari semesta, bukan hanya rizki yang diharapkan tapi lebih dari itu kektenagnan dan kebahagiaan.

Satu bentuk dzikir utama adalah sholat, maka warjalah jika Rosulullah mengajarkan kepada kita semua, cukuplah sholat dan sabar menjadi penolong kita, yang termaktub dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 45 :

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

(Olin.NS)

*Pimpinan Pondok Pesantren Ashbul Fikri Baros Kab. Serang dan Pembina Rumah Santri Balaa Syahidna Cipocok Jaya Serang Banten

Leave a Reply