Beruntung sekali jika dalam hidup memiliki sahabat karib, sahabat karib adalah sahabat yang selalu dekat dan mendekat pada diri kita dalam seluruh situasi dan kondisi, baik dalam sempit apalagi lapang, dalam keadaan gelap gulita dan terang benderang, dalam keadaan jauh secara jarak dan waktu terasa hadir dalam setiap hela nafas, karena sahabat karib selalu mensahabati kita setiap waktunya.
Banyak dari kita ingin memiliki sahabat seperti itu, berharap sangat itu bisa terjadi pada diri kita, tapi banyak yang tidak mampu memantaskan diri menjadi pribadi yang pantas menjadi sahabat karib bagi yang lain, berharap memiliki sahabat sejati tapi kebalikannya kita belum mampu menjadi pribadi yang pas bagi pribadi yang lain untuk menjadi sahabatnya.
Dari banyak status yang dibaca dimedia sosial begitu banyak yang ingin didatangi sahabat ketika dalam keadaan sempit dan kesulitan, seakan-akan tak satupun manusia di dunia ini tidak mengerti dirinya, dulu begitu banyak yang dekat dan berteman yang selalu menyertainya, merasa telah menolongnya dengan segala cara untuk kebahagian temannya itu, seakan-akan telah melakukan yang terbaik untuk mereka yang dianggapnya sudah menjadi sahabatnya, sekarang tidak satupun yang mau memperhatikan keadaan sulitnya, apalagi membantunya untuk sekadar menanyakan kabarnya saja tidak dilakukannya.
Terlalu banyak buruk sangka terhadap sahabat itu membuat hati dan batin menjadi sakit di dada, semua-semua tidak mau tau kondisi terburuknya, sehingga menganggap manusia itu sama buruknya, dan merasa dirinya yang paling baik, paling soleh dan paling benar. Berfikir kenapa yang lain tidak seperti dirinya yang telah banyak berbuat baik bagi yang lain, berprasangka buruk akan mendatangkan keburukan juga dalam kehidupannya.
Kita tidak pernah tahu begitu sahabat memperhatikan dirinya, menanyakan kabarnya dari teman yang lain secara diam-diam, mengapa tidak langsung menanyakan kabarnya, mungkin ketidakmampuan untuk membantunya, karena pada hakikatnya dirinyapun dalam kondisi sama susahnnya hanya saja tidak diungkapkannya, mungkin saja secara diam-diam tersebut namamu dalam doa-doanya begitu ikhlas dan masuk dalam hatinya, bukankah doa seorang sahabat secara diam-diam itu akan mendatangkan kebaikakn yang tidak terduga, Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim disebutkan, doa yang dipanjatkan secara diam-diam adalah doa yang mustajab. Abu Darda RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Doa seorang muslim yang diperuntukkan kepada saudara (seiman)-nya dengan tidak memperlihatkannya adalah mustajabah, di atas kepadanya ada malaikat yang bertugas setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudara (seiman)-nya, maka malaikat tersebut mengatakan, ‘Semoga dikabulkan dan bagimu seperti apa yang diucapkan.”
Bermohonlah kita agar memiliki sahabat yang karib, karib itu satu asal kata dengan qurban yang artinya dekat, qurban masdar dari qorib, bisa didefinisikan sebagai setiap bentuk ketaatan yang dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT (kullu to’atin yataqorobu biha ilallahi ta’ala). Maka ibadah sholat, puasa, zakat termasuk menyembelih binatang juga merupakan bagian dari qurban. Begitupun seseorang yang tengah menuntut ilmu, bila proses belajar tersebut diniatkan untuk mencari ilmu Allah, maka juga masuk kategori qurban yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Maka memiliki sahabat dalam ketaatan kepad Allah adalah sahabat karib, dan Rosulullah mengungkapan tentang seoarng sahabat dalam ungkapannya : “Di sekitar Arsy-Nya ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada, hingga para nabi dan syuhada pun iri kepada mereka.” Ketika para sahabat bertanya, Rasulullah menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah.” (HR. Tirmidzi)
Semoga kita memapu merepersahabati manusia dan makhluk Allah dengan sebanat-benarnya karena Allah, cintanya karena Allah dan hadirnya karena Allah, aku adalah sahabatmu insyaallah. (NS.Olin)
