
Kehidupan di alam semesta memiliki banyak sekali energi yang Allah ciptakan untuk kehidupan itu sendiri, matahari memiliki energi, bintang gemintang dan yang lainnya memilki energi, bumi yang kita pijak memiliki energi, tumbuhan, binatang dan seterusnya memiliki energi tersendiri, jadi setiap makhluk apapun dimuka bumi ini memiliki energi sehingga setiap mahluk hidup itu bisa bergerak, termusuk manusia memiliki energi yang sangat hebat untuk kepentingan kehidupannya.
Misalnya digambarkan bahwa gunung itu bisa bergerak termaktub dalam Al-quran QS. An-Naml ayat 88, sebagai berikut :
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَفْعَلُوْنَ
Arinya : “Engkau akan melihat gunung-gunung yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti jalannya awan. (Demikianlah) penciptaan Allah menjadikan segala sesuatu dengan sempurna. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.
Secara kasat mata gunung diam ditempat, padahal pergerakan gunung seperti awan, yang terus bergerak setiap saatnya, itu gunung yang merupakan gundukan tanah yang sangat terlihat materinya oleh mata telanjang kita, tapi kita tidak mampu meilhat pergerakan hdengan mata tapi dapat dilihat dengan ilmu dan kecerdasan tertentu.
Dan banyak sekali energi yang bertebaran di alam ini yang tidak terlihat, seperti energi listrik, energi gelomabng dan energi-enegri yang lain, dan itu bisa diketahui dengan menngunakan sifat Allah Al-Khabir (Maha Teliti), artinya bisa dibuktikan dengan riset dan penelitian yang mendalam, dan manusia dapat melakukan penelitian itu dengan kemampuan yang diberikan Allah.
Dan Semesta itu juga berdzikir kepada Allah sebagai bentuk ketaatan kepada Penciptanya, bertasbih memuji degan penuh kesadaran dirinya, tasbihnya alam itu yang membentuk kekuatan dan sumber energi dari semesta ini :
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُسَبِّحُ لَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالطَّيْرُ صٰۤفّٰتٍۗ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهٗ وَتَسْبِيْحَهٗۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
Artinya : “Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) tahu bahwa sesungguhnya kepada Allahlah apa yang di langit dan di bumi dan burung-burung yang merentangkan sayapnya senantiasa bertasbih. Masing-masing sungguh telah mengetahui doa dan tasbihnya. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan”. (An-Nur : 41)
اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ وَالطَّيْرَمَحْشُوْرَةً ۗ كُلٌّ لَّهٗٓ اَوَّابٌ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi. (Kami menundukkan pula) burung-burung dalam keadaan berkumpul. Masing-masing sangat patuh kepadanya (Daud)”. (QS. Sad : 18-19)
Sangat jelas sekali bahwa seluruh mahluk itu pada hakikatnya berdzikir dan bertasbih kepada Allah Subhanahu wataala, dan tasbinya menjadi energi yang sangat hebat bagi kesimbangan kehidupan di dunia ini, dan manusia dapat melakukan dizkir secara bersama-sama melibatkan mahluk yang lain seperti yang dilalukan Nabi Daud Alaihi Salam. Dzikir itu kemudian kita sebut dengan dzkir kaun.
Mengambil pelajaran dari fisika kuantum Plank bahwa cahaya, Gelobang elektomagnetik (GEM) dalam getaran meolekul-molekul dalam bentuk paket-paket dan foton yang mengandung Energi. Kalau lah tabish dan dzikir itu adalah mampu menjadi gelombang elektromagnetik maka dengan dzikir akan mengahasil energi yang sangat dahsyat.
Dan energi yang diarahkan pada masa dan materi tertentu akan menghasilkan apa yang kita ingin menjadi kenyataan, karena dunia benda terdiri atas materi dan energi. Tubuh organisme dibangun oeh materi dan hidupnya bergantung pada energi. Dalam kehidupan alamiah alam manusia yang memiliki bentuk dan badan kasar, terjadi pemisahan unsur yang sangat drastis antara materi dan energi. Adanya perbedaan alamiah yang mendasar antara materi dan energi di alam manusia (alam berwujud materi) ini menjadi alam manusia sangat berbeda kehidupannya alam halus (alam tidak berwujud materi).
Walaupun telah diketahui adanya hukum kekekalan energi, yang menyatakan bahwa energi adalah kekal, dan hanya berpindah dari satu ke yang lainnya. Bilamana hukum dasar alamiah bagi manusia memasuki tahap berikutnya, maka dalam millenium selanjutnya akan dapat dibuktikan bahwa sebenarnya energi dan materi mempunyai suatu dasar ikatan yang sama.
Jika hukum ini telah dapat dibuktikan, maka manusia akan lebih memahami alam tidak berwujud materi yang lebih dikenal dengan nama alam dunia halus. Dalam alam dunia halus, perwujudaan materi tidak sedemikian kuat terbentuk karena pergerakan alam dunia halus lebih cepat. Dalam gerakan alam yang lebih cepat maka materi yang selalu bergerak ini lebih membentuk unsur energi.
Dengan demikian dalam tubuh manusia memiliki semua unsur alam semesta beserta energi-energinya, seperti energi listik, energi nuklir dan lain sebagainya, dengan energi tersebut kita mampu menghasilkan gelombang-gelomang energi yang kita sebut dengan gelombang enegri elektromagnetik, dan selanjutnya bagaimana mengaktivasi energi tersebut menjadi bisa pergunakan.
Satu diantara banyak metode adalah dengan berdzikir yang terbimbing sehingga bisa membangkitkan energi tersebut, karena dalam diri kita terdapat unsur-unsur yang disiapkan oleh PenciptanNya, dzikr hati atau qolb dapat menghasilkan gelombang magneitk dan dzikir otak akan mengahasilkan gelombang elekto dan jika dua dzikir itu disatukan maka akan muncul gelomang elektomagnetik. Wallahualam bis showab. (NS.Olin)
