Sering kata taqwa kita dengar, minimal satu minggu sekali ketika khutbah jumat, atau ketika dalam taklim dan pengajian di masjid atau di majelis taklim, saking sering mendengar itu menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja tanpa mendatangkan efek apapun dalam kehidupan.
Kemungkin dua hal sehingga kalimat atau seruan takwa dianggap hal yang biasa-biasa saja seperti kalimat-kalimat hiasan belaka, hanya jargon jargon kosong, disebabkan oelh dua faktor:
- Tidak tahu dan tidak mengerti arti dan fungsi taqwa itu.
- Tidak tahu dan tidak paham bagaimana taqwa itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjawab pertanyaan yang pertama apa itu taqwa dan fungsi taqwa tersebut, Secara etimologi takwa berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara terminologi, takwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa.
Dalam al Qur’an kata taqwa terdapat 224 ayat dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda tergantung konteks ayat yang ada, akan tetapi inti dari semua ayat itu bermuara pada beberapa pengertian, yaitu taqwa adalah orang yang beriman, taqwa adalah takut dan taqwa adalah beramal soleh.
Taqwa mengandung pengertian yang berbeda-beda di kalangan ulama, namun semuanya bermuara pada satu pengertian yaitu Seorang hamba melindungi dirinya karena takut akan kemurkaan Allah azza wa jalla dan juga siksaNya. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarangNya.
Dari definis dan pengertia taqwa yang bersumber dalam Al-Quran dan juga pemehaman dan pendapat ulama maka memiliki tiga indikator besar yaitu sebagai berikut
- taqwa adalah orang yang beriman
- taqwa adalah takut
- taqwa adalah beramal soleh.
Taqwa adalah bentuk predikat bagi orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan seluruh perintah dan larangannya, agar terlindungi dan terhindar dari apa yang Allah benci sehingga mendatangkan azab Allah yang sangat pedih, kemudian mereka yang bertaqwa itu beramal soleh dalam kehidupan sehari-hari.
Apapun ibadah yang kita lakukan muaranya pada peningkatan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wataala, sehingga taqwa itu bukan merupakan hadiah begitu saja diberikan Allah kepada umatnya tanpa proses untuk menggapainya, taqwa itu bersifat dinamis, karena sifatnya dinamis maka kita harus melakukan segala sesuatu harusnya diorientasikan kepada ketaqwaan kepada Allah.
Dengan demikian maka, taqwa itu dapatlah diperaktekan, dterapkan dan dijalankan dalam semua sendi kehidupan sehari-hari, yang kemudian ini disebut dengan operasinalisasi taqwa.
Operasionalisasi taqwa dalam kehidupan sehari-hari Dalam surat Ali Imron ayat 133-135 sebago berikut :
مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Artinya : Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,119) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya). Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,119) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).
Dan Firman Allah menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa yang secara umum dapat dikelompokan menjadi 4 Operasinalisasi ketakwaan, yaitu:
- Orang bertakwa adalah orang yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ia suka menafkahkan hartanya, baik ketika sedang berlimpah maupun dalam situasi yang sulit. Tidak menunggu kaya agar dapat berinfaq, dalam situasi yang serba terbatas, bahkan kekurangan sekalipun ia berusaha untuk menyisihkan sebagian riski yang dimiliki untuk dinafkahkan di jalan Allah.
- Orang bertakwa adalah memiliki kemampuan untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, terutama ketika dalam keadaan marah. Marah adalah salah satu sifat dasar manusia, terutama karena suatu sebab yang mendorongnya untuk marah. Tetapi orang bertakwa mampu menahan diri untuk tidak marah, meskipun ia memiliki sebab untuk marah.
- orang bertakwa berikutnya adalah mudah memaafkan kesalahan orang lain. Meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat kepada orang lain itu sulit, tapi jauh lebih sulit memaafkan kesalahan orang lain kepada kita. Apalagi kalau orang tersebut tidak pernah merasa bersalah dan meminta maaf kepada kita.
- Orang bertakwa adalah orang yang berbuat ihsan, yaitu melakukan kebaikan melebihi apa yang seharusnya diberikan.
Dan orang-orang bertaqwa Allah akan memberikan beberapa fasilitas yang diberikan, diantaranya adalah :
- Mendapatkan cinta Allah
Dalam QS. Ali Imron Ayat 76, Allah berfirman : “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.”
- Mendapatkan Pertolongan Allah
“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS An-Nahl: 127-128)
- Diampuni Dosa-dosa
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaaq: 5)
- Mendapatkan Rizki dari segala arah
“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan pada mereka jalan keluar, dan Allah akan memberikan rezeki yang tidak di sangka-sangka.” (QS Ath-Thalaaq: 2-3)
- Mendapatkan keselamatan Azab Kubur
“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam: 72)
- Mendapatkan kabar gembira dunia dan Akhirat
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.” (QS Yunus: 62-64)
- Mendapatkan Surga Allah
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” (QS Al-Qamar: 54-55)
Demikianlah, taqwa itu bukan hanya kalimat-kalimat dan perintah yang biasa saja, tapi taqwa adalah proses yang terus-menerus agar menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah. (Ns)
