You are currently viewing REPROGRAMING KEHIDUPAN DENGAN DOA

REPROGRAMING KEHIDUPAN DENGAN DOA

Setiap diri manusia itu terkoneksi dengan manusia baik dengan sadar atau dibawah sadar, manusia juga terkoneksi dengan makhluk dan alam semesta, dan juga manusia terkonkesi pula dengan Maha penciptanya, seluruh koneksi tersebut terungkap dalam algoritma kehidupan.

Doa adalah bentuk membangun koneksifitas kebutuhan manusia akan sesuatu, doa itu bentuk afimasi yang menegaskan keseriusan kita untuk menyatakan bahwa kita membutuhkannya, syaratnya harus benar benar-benar percaya dengan apa yang kita minta, jangan ada sediktpun keraguan tentang sebuah permintaan apalagi meng’cancel” permintaan itu karena kita merasa kebutuhan itu diluar nalar kita sendiri, ingatlah apa yang kita minta dalam bentuk doa pasti dikabulkan, dan ini bener-benar ditegaskan oleh Allah SWT dan QS. Ghafir ayat 60:

ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

“Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian.” (Ghafir: 60)

Karena banyak doa yang tidak teralisir karena kita sendiri tidak yakin, ragu-ragu akan apa yang diucapkannya, dan memliki prasangka yang tidak benar terhadap kekuasaan yang Maha kuasa atas segala sesuatu.

Sehingga baginda Rosululloh mengajarkan kepada kita untuk yakin dengan seluruh afirmasi doa kita ucapkan dalam sabdanya : “Sesungguhnya Allah ta’ala malu bila seorang hamba membentangkan kedua tangannya untuk memohon kebaikan kepada-Nya, lalu Ia mengembalikan kedua tangan hamba itu dalam keadaan hampa/gagal.” (HR. Ahmad)

Setalah mengangkat tangan dan berdoa dengan mengungkapkan afirmasi yang dibutuhkan, yakinkan doa itu pasti konfirmasi Allah untuk dikabulkan, dan pengkabulan doa itu tergantung dengan keyakinan kita sendiri sesuai dengan hadist di atas, banyak yang hampa dan gagal karena kesalahan kita sendiri dalam proses doa itu sendiri.

Afirmasi adalah suatu bentuk penegasan terhadap diri sendiri terkait hal-hal yang bersifat positif. Melalui kata-kata positif tersebut, nantinya otak secara tidak langsung akan terdoktrin sehingga sudut pandang diri kita sendiri juga akan berubah.

Sebuah contoh adalah ketika berdoa bermohon kepada Allah, “Ya.. Allah saya membutuhkan uang untuk membayar hutang saya sebesar 1 miliyar, kabulkan ya Allah doa hamba”.

Yakinkan pada diri bahwa doa itu akan menjadi kenyataan dan jangan sekali kali punya pikiran, “apa iya hutang 1 miliyar akan lunas ?”, “bagaimana caranya kan saya masih nganggur tidak bekerja?” , “dan dari mana uang itu bisa didapatkan?” itulah bentuk men”cancel” doa kita sendiri dan sudah dapat dipastikan doa itu tidak akan teralisir.

Kalau sudah mengucapkan doa dihadapan Allah yang Maha Kuasa, jangan pernah meragukan ke”Maha” kuasaan Allah sedikit pun, bagaimana doa itu teralisir jika kita sendiri tidak yakin dengan apa yang kita minta.

Doa kita yang benar-benar kita butuhkan itu akan terkoneksi dengan doa-doa manusia lain, terkoneksi dengan alam semesta yang membatu meralisasikan apa yang kita minta. Hukum alam atau sunatullah adalah jika ingin diberi makam memberilah, jika ingin diisi makan kosongkanlah.

Wallahu’alam bisowab

Leave a Reply