Kehidupan sekarang sangat dinamis, kecepatan perubahan begitu sangat cepat luar biasa disebabkan teknologi informasi dan mobilitas masyarakat, situasi seperti ini membuka ruang kesempatan yang terbuka sekaligus menjadi ancaman bagi individu, organisasi, dunia pendidikan dan dunia usaha, sekali kita menutup mata dan tidak mau tahu dengan perkembangan seperti ini akan menjadi penonton dari sebuah perubahan atau mungkin bisa jadi korban dari perubahan itu sendiri.
Sudah banyak korban dari sebuah perubahan baik secara individu, anggota masyarakat bahakan organisasi yang terkapar tak berdaya, sedikit rumus untuk mengatisipasi atau kunci untuk mengahadapi perubahan tersebut adalah sesegera mungkin melakukan perubahan diri melalui inovasi dan kreativitas yang tinggi, inovasi tidak selalu mahal dan biaya tinggi inovasi bisa dilakukan hanya dengan merubah sudut pandang saja dan hanya menambah instrumen, misalnya pertanian yang berkesan hanya pekerjaan kotor yang jarang sekali diminati generasi muda akan menjadi menarik minat mereka dengan merubah pola dan model pertanian milenial misalnya dengan metode hydroponik yang benar secara ilmu dan praktek, bertani menjadi trend buat anak muda karena merupakan hobi dan menyenangkan, kata kuncinya di inovasi dan kreatif.
Di Pondok Pesantren Ashubul Fikri mencoba menggagas perubahan itu dengan membangun ruang ruang kreativitas santri, melalu program rumah keratif beberapa program yang akan didorong sedemikian rupa agar santri muncul kreativitasnya dengan bimbingan para profesional di bidangnya, misalnya program Tahfidz’s Club kita mengirim para instruktur dan mursyid untuk membimbing santri dalam menghafal Al-Qur’an, atau untuk membangun kreativitas santri dalam public speaking denga membuat kamar podcast sebagai media kerativitas santri tersebut, semua informasi akan disajikan oleh santri sendiri. santri akan lebih berkakrakter dengan kemampuan inovasi dan kreatif (NS)
