You are currently viewing SABAR YA BRO…

SABAR YA BRO…

Dan sering kali ketika ditimpah sebuah masalah kehidupan, nasihat terbaik adalah sabar, selalu saja ketika berkonsultasi dan curhat tentang sebuah masalah kepada orang tua, saudara dan sahabat kemudian kata-kata sakti yang keluar dari mulutnya adalah “sabar ya”.

Hanya lima huruf  saja, dan kita tahu bahwa jawaban itu akan kita dapatkan ketika mengadukan masalah itu kepada seseorang, dan begitu juga masalah itu kita mengadukannya kepada Allah, dan Allah akan menjawabnya dalam Al-Quean untuk bersabar, satu dari diantar ayat tentang sabar adalah pada QS. Al-Baqarah ayat 153 sebagai berikut :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٣

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Dan begitu juga Rosulullah menggambarkan orang sabar adalah bentuk anugerah terbesar bagi manusia, dan tertuang dalam hadistnya sebagai berikut :

“Barang siapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari).

“Seorang muslim yang tertimpa suatu gangguan berupa penyakit atau yang lainnya pasti Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Ya bersabarlah saudaraku dalam kondisi apapun, karena sabar itu merupakan fasilitas yang diberikan oleh Allah untuk manusia dalam menjalankan kehdiupan ini. Karena sabar bukan hanya sikap mental dan akhlaq yang mulia tapi juga bentuk kekokohan iman seseorang, memang sih ketika dihadapkan masalah dan ujian hidup, kemudian seseorang menasihati dengan kalimat sabar, kemudian diri kita akan berkata “Kalau itu sih saya tahu”.

Kemudian kalau sudah tahu kenapa kita mengeluh dan curhat kepada manusia, dan seseorang  curhat itu sedang mencari jalan keluar dengan meminta bantuan kepada orang lain, dan kemudian kita berharap seseorang itu akan membantu permasalahan yang kita hadapi, tapi sayang seribu sayang orang kita curhati juga memiliki masalah yang lebih besar dari diri kita, dan sesungguhnya kata-kata sabar yang diucapkan seseorang itu yang kita curhati memiliki dua makna, pertama orang itu akan membantunya dengan kemampuannya dan menutupi masalah dirinya, dan yang kedua tidak bisa membantu karena memang tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk membantunya sehingga kalimat yang pas itulah kemudian berkata “Sabar ya bro”.

Ingatlah saudaraku, kita harus sadar diri bahwa manusia memiliki keterbatasan kita dimintai tolong, dua bentuk keterbatasan itu yaitu kemampuan dan kemauan, ada yang orang yang mampu menolong kita tapi tidak memiliki daya  kemauan untuk menolong, dan ada orang yang mau menolong tapi tidak memiliki daya kemapuan untuk menolongnya, dan yang indah adalah ketika bertemu dengan seseorang yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk menolong, dan jenis manusia ketiga ini yang sangat jarang dan langka, dan mohon kasih tahu saya jika bertemu dengan orang ini untuk dijadikan sahabat dalam kehidupan.

Nah,  dengan kondisi seperti ini adalah hanya berharap kepada mahluk, cobalah bergeser harapan itu kepada yang tidak memiliki batas, dan jika berharap pasti didengar, dan kita meminta bantuan pasti akan ditolongnya dan ketika berdoa pasti dikabulkanya, dan satu satunya tidak ada duanya adalah Allah Subhanahu Wataala.

Operasionalisasi Sabar dan Sholat

Ada kode dan tanda yang jelas bagaimana kita menghadapi seluruh permasalahan hidup dengan dengan fasilitas yang sudah diberikan Allah yaitu sabar dan sholat, sehingga kita bisa mengurai masalah dengan sabar dan sholat, mari kita lihat dengan penjelasan sederhana ini agar mampu mengaktivasi sabar dan sholat  menjadi alat dan yang ampuh untuk menghadapi masalah kehidupan.

Yang pertama harus diperhatikan adalah kita harus benar-benar menyadari kita adalah mahluk Allah yang selalu terikat dengan ruang dan waktu sedangkan Allah SWT adalah Maha Pencipta dan Pengatur kehidupan seluruh mahluknya, Allah Maha teliti dan Maha Tahu apa yang dirasakan setiap mahluknya, mengetahui masa depan dan sudah menetapkan sebagai ketentuan, dan menurunkanya sesuai dengan bentuk sunatullahnya, barang siapa berbuat baik akan mendapatkan kebaikan dan siapa saja berbuat tidak baik akan mendapatkanya juga, dan Allah Maha penyayang kepada seluruh mahluknya.

Dalam surat Al Insyirah ayat 5-6, dikatakan bersama kesusahan terdapat kemudahan, dalam mentadaburi ayat tersebut adalah jika Allah memberikan satu masalah pasti diberikan keputusan dua yaitu kesusahan dan kemudahan sekaligus, hanya saja manusia diberikan hak untuk memilihnya, semua pilihan itu adalah bentuk kebaikan Allah kepada manusia, dan juga manusia akan mendaptkan kebaikan dari keduanya, ketika mendapatkan kemudahan bersyukur dan ketika mendapatkan kesusahan kita bersabar, dan untuk menghapai kesulitan tersebut maka bersabarlah karena dalam kesabaran ada keberkahan dan kebaikan, dan mengapa manusia itu mengeluh dengan kesulitan itu ? Mungkin tidak tahu bagiamana sabar itu bekerja untuk kebaikan.

Dan tahukah kita ketika berdoa dan bermohon untuk diangkat kesusahan itu, sesungguhnya doa sedang bekerja untuk diri kita? Dan mengapa manusia diperintahkan untuk sabar? Karena sesungguhnya setiap doa yang kita panjatkan Allah sudah memberikan keputusan untuk dikabulkan, dan bagi Allah sudah memberikanya kepada manusia, karena Allah tidak terikat dengan ruang dan waktu seperti manusia, jika Allah berkehendak jadilah maka sudah terjadi, dan manusia diminta sabar untuk mendapatkan solusi dari setiap masalahnya karena teriakt dengan waktu.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦٠

Arinya : “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Dan untuk menggerakan sabar agar lebih kokoh, maka sandingkan dengan sholat, sholat itu bentuk nyata dan dari operasionalisasi sabar, karena dalam sholat kita sedang berhubungan langsung dengan Allah SWT, karena dalam sholat kita sedang wujudkan kebutuhan dan keinginan dalam dzikir dan doa.

Leave a Reply