Oleh KH. Nussoleh Hasyim (Pengasuh Pondok Pesantren Ashabul Fikri Serang Banten)

Begini ya nak, keberadaanmu di dunia ini bukan karena kebetulan apalagi hanya sekadar keisengan orang tuamu sendiri, tapi merupakan rangkaian kehidupan yang sistemik yang terencana dengan sempurna, terulis lengkap dalam kitab yang Allah ciptakan dan tersimpan dengan rapih di lahul mahfudz. Dan semua peristiwa dan kajadian kehidupan tertuang disana, mulai wujud diri dan keberadaan dalam setiap alam yang dialami, dimulai dalam ruh kemudian alam Rahim, alam dunia, alam kubur dan alam barzakh dan nanti akan kembali kepada Maha Penciptannya.
Dan alam-alam yang kita lalui menurut beberapa sumber yang penah ayah baca sebagai berikut :
- Alam Ruh
Sebelum berada di dunia, manusia pada awalnya berbentuk ruh dan berada di alam ruh. Ruh sudah diciptakan jauh sebelum manusia dilahirkan. Ruh diciptakan bersamaan dengan penciptaan Nabi Adam AS. “Ketika Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya. Lalu dari punggungnya tersebut jatuhlah benih yang kemudian di ciptakan anak keturunannya hingga hari kiamat. Diantara kedua mata setiap mata manusia terdapat seberkas cahaya, kemudian Dia memperlihatkan mereka kepada Adam. Lalu Adam bertanya, ‘Wahai Tuhan, siapakah mereka?’ Allah menjawab, ‘Mereka adalah anak keturunanmu.’…” (H.R. At Tirmidzi).
Dan di alam ini tidak ada yang bisa memahaminya, dan hanya sedkit bisa faham ini karena Allah berikan kefahaman tentangnya, dan sesungguhnya ruh itu adalah urusan Allah, ini tertuang dalam surat Al-Isra’ ayat 85.
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا ٨٥
Artinya : “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.”
- Alam Rahim
Alam Rahim adalah merupakan awal perjalanan menuju alam dunia, proses terbentuknya fisik dan jasad manusia, dan kemudian Allah tiupkan ruh didalamnya sehingga terjadi awal perjalanan kehidupan itu.
“Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging). Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Dan di alam inilah kita membuat persaksian tentang Allah sebagi Tuhanmu yang Maha Esa, ini juga dikabarkan dalam surat Al-Araf ayat 172
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ ١٧٢
Artinya : “(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,”
- Alam Dunia
Dalam fase inilah kehidupan kita ditentukan untuk menjadi manusia yang menjalankan takdir dan nasib kehidupannya, alam dunia adalah ladang perjuangan dan penghambaan manusia kepada Penciptanya, dan manusia diciptakan satu tujuannya adalah untuk mengabdi kepada Allah.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
Artinya : “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.
Dan yang pasti setiap manusia yang hidup didunia akan uji, dan ujian itu bentuknya macam-macam ujian, sehingga kita menjadi layak disebut hamba yang bertaqwa.
ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ ٢
Artinya : “yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun”.
Keberadaan kita di dunia ini manjadi makhluk yang paling sempurna yang Allah ciptakan, dengan tugas menjadi khalifah di muka bumi, bumi dan sisinya diwariskan untuk anak cucu adam, sehingga untuk mengarungi kehidupan di dunia ini Allah menganugrahi nikmat pembekalan hidup di duian, yaitu nikmat kesadaran, nikmat kecerdasan dan nikmat keahlian dalam mengatur, mengelola dan memimpin kehidupannya.
Nak nanti dalam menjalani hidup ini bukan sekadar hidup, hidup bukan sekadar hidup. hidup bukan untuk makan saja, tapi hidup itu untuk mengabdi kepada Allah, setiap perbuatan dan aktivitas harus karena Allah, minimal setiap aktivitas mulailah dengan membacakan namaNya, dan mampu membasmalahi setiap kegiatan sehari hari.
- Alam Barzakh
Alam Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara sebelum berlabuh di tempat terakhir kehidupan. Barzakh berarti pembatas, yaitu batasan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Alam Barzakh adalah tempat menunggu sebelum pengadilan Allah ditegakkan. Meskipun demikian, di alam barzakh manusia sudah mulai menuai balasan dari amal yang telah dilakukan di dunia.
Di alam ini, manusia tinggal seorang diri menantikan hari kebangkitan, teman satu-satunya adalah amal yang telah dilakukan di dunia.
Sungguh beruntung bagi orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan ketaatan dan kebaikan, ia dapat merasakan kenikmatan di dalam kubur dan dibukakan pintu surga untuknya.
Sedangkan orang-orang yang berbuat keburukan, Allah akan menyiksanya di dalam kubur dan dibukakan pintu neraka untuknya
- Alam Akhirat.
Alam akhirat menjadi tujuan terakhir dari kehidupan manusia. Di alam akhirat, manusia akan mendapatkan balasan dari apa yang telah dilakukan di dunia.
Mereka yang bisa menjaga diri dengan beramal sholeh dan taat kepada Allah SWT, akan mendapatkan kenikmatan yang besar. Sementara mereka yang durhaka kepada Allah SWT dan banyak melakukan kemaksiatan, akan mendapatkan kesengrsaraan yang tiada tara.
Banyak orang menyesal di akhirat besok karena ketika hidup di dunia tidak beriman kepada Allah SWT dan tidak melakukan amal-amal sholeh. Mereka minta dikembalikan ke dunia, namun tentunya tidak ada jalan lagi untuk kembali.
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Artinya: “Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (Q.S. As Sajdah: 12).
Awal Penciptaan Manusia
Nak, kita ini adalah manusia dan makhluk yang ciptakan paling akhir dari proses penciptaan makhluk yang lan termasuk alam, dan yang makhluk terakhir Allah ciptakan ini merupakan makhluk yang Allah ciptakan dengan kesempurnaan, dan ini tertuang dalam surat At-Tin ayat 4, “Sesungguhnya kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Dan juga manusia diberikan amanah dari Allah sebagi wakilNya di bumi ini, padahal kita manusia sangat zalim dan bodoh, tapi dibalik itu Allah telah menanamkan guiden untuk mengungkap potensi yang sangat luar biasa, hingga sampai-sampai para malaikat diperintahkan Allah untuk sujud memberikan penghormatan kepada bapak manusia yaitu Adam Alaihi Salam, dan sesungguhnya amanah ini ditawarkan kepada langit dan bumi, tapi mereka menolaknya dan manuisa yang sanggup untuk mengambil amanat itu dan itu termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 72.
“Sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim dan bodoh”.
Bawaan manusia itu dberikan kebebasan untuk memilih, banyak pilihan dalam hidup, mau mengambil jalan kebaikan dan keburukan, kedazaliman dan kebodohan, karena itu maka Allah memberikan potensi bagi mereka yang mau bertumbuh dan berubah menjadi baik dan terbaik dalam hidupya, dan Allah memberikan potensi yang sangat luar biasa dalam diri manusia yaitu potensi ilmu, potensi kercerdasan dan potensi keahlian dalam menjalani hidup di dunia ini.
Kemampuan diri untuk memuculkan nikmat potensi pembakalan hidup itu melalui proses mengiqroi diri dan lingkungannya, jadilah manusia pembelajar yang terus membaca secara tektual, actual dan realitas kehidupan, kemampuan membaca semua itulah kemudian kita akan menemukan orbit diri, kemampuan menemukan orbit diri bertanda telah mengenal diri secara sempurna.
Begitulah yang diisyarat oleh Allah melalui Kanjeng Nabi Muhammad SAW, wahyu pertama yang diterimanya adalah surat Al-Alaq, tentang iqro baca atas nama Tuhamnu yang telah mencipatakan manusia.
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Membaca bukan hanya teks yang tertera huruf demi huruf menjadi kata, kata demi kata menjadi kalimat, kalimat demi kalimat menjadi makna, semua itu terhimpun menjadi kitab. Tetapi membaca tentang realitas yang banyak menyimpan ilmu, karena ilmu yang murni itu terdapat dalam realitas itu sendiri, yang tahu tentang ilmu air adalah air sendiri, yang tahu tentang ilmu tumbuhan adalah tumbuhan iitu sendiri dan tahu tentang semesta maka semesta itu sendiri, kita manusia hanya mendapatkan informasi yang diberikan dari realitas itu sendiri, maka itu perlu dibaca perlu diiqroi dari setiap realitas itu, yang tahu diri kita adalah diri sendiri bukan orang lain, sehingga Allah memberikan kitab kehidupan itu minimal 3 kitab, yaitu kItab Al-Kaun, Kitab al-Masytur dan Kitab Al-Markum.
Sedikit ayah menjelaskan tentang 3 kitab itu untuk dipahami, selebihnya kamu mengeksplor dan menjelajahi luasnya hikmah kehidupan itu, pertama Kitab Al-Kaun yaitu kitab suci yang turunkan kepada para nabi dan RosulNya, kemudian kita kenal dengan Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an, yang berisi tuntunan kehidupan untuk tetap mentauhidkan Allah, berisi tentang petunjuk kehidupan agar selamat dunia dan akhirat, berisi tentang hikmah dan ilmu tentang keseluruhan yang Allah sampaikan kepada para Nabi dan Rosulnya, dan ini juga harus kita baca, pelajari dan amalkan dengan cara mentadaburi setiap huruf dan maknanya.
Kedua Kitab Masytur, kitab yang perlu dibaca untuk menjaga keseimbangan hidup ini, kitab yang terhampar dan tergelar di semesta ini, kitab alam semesta sumber ilmu. Sumber kehidupan dan sumber realitas hidup. Dalam kitab semesta terdapat banyak hukum-hukum alam yang terjadi secara alami, rasional dan sistematik, dan kemudian menyebutnya hukum sunatullah, dan kita hidup akan tertapar dengan hukumnya yaitu hukum alam, dengan memahami hukum alam kita mampu berkolaborasi dengan semesta menciptkan alat dan teknologi yang dibutuhkan hidup lebih mudah untuk mengatur hukum alam itu, sebagai contoh seseorang telah mengetahui hukum grafitasi bumi, lalu mencoba mendudukan ilmu itu dengan memahami ilmu tentang grafitasi yang bisa diatasi dengan hukum yang lain yaitu aerodinamika dan seterusnya.
Dan terakhir kita diri atau kitab marqum, kitab rekam jejak diri, asal usul diri dan juga didalamnya kecerdasan dan keahlian yang unik setipa diri itu, setiap diri memili kemampuannya yang diwariskan turun temurun dari leluhurnya, kemudian terdapat ilmu tentang genetika, ilmu tentang gen seseorang itu yang dapat ditelusuri hingga ribuan tahun kebelakang dari mana asal kita semua dan kecerdasan bawaan apa yang dimilikinya, tugas kita mengetahui dan menganal diri kita sendiri, sehingga ulama besar mengatakan kenali dirimu maka akan mengenali Tuhannya.
Anatomi tubuh manusia bukan hanya matrial fisik dan organ tubuh saja, kemudian kalau mau ditarik setiap oragn tubuh terdapat sel, dari sel terdapa inti sel dan setrusnya, dan setiap sel memiliki kecerdasannya sendiri, di dalam sel terdapat jutaan dan miliyaran informasi yang dapat diambil, bukan sekadar golongan darah dan dari keturunan mana kita saja, tapi informasi itu saling mengikat bententuk kesadaran diri, dan itulah yang dinamakan system seluler dalam tubuh manusia.
Dan anakku coba sebentar renungkan barang sebentar saja, jika dalam tubuh kita terasa sakit sesungguhnya terdapat sel yang sakitpula, yang sakit adalah sel-sel itu sendiri, dan yang lebih menakjubkan sel-sel itu memiliki kecerdasan pertahanan sendiri, atau mudahnya sel itu bisa menyembuhkan dirinya sendiri dan bahkan sel mampu memperbaharui dirinya sendiri yang kemudian oleh ilmu kedokteran modern disebut dengan sistem stampsel, dan cara terbaik untuk memperharui sel-sel itu adalah dengan berpuasa, maka kanjeng Nabi mengisyaratkan puasa itu bisa menyehatkan diri.
Menakjubkan sekali anakku Allah menciptakan sesuatu itu tidak sia-sia dan kebetulan belaka, semua dengan ketelitian dan kecematan yang luar biasa, sehingga bentuk kekaguman dan pujian hanya untuk Allah dengan mengucapkan Alhamdulillahi robil alamiin yang tertuang dalam pembukaan surat dalam Al-Quran.
