RUMAH ITU BUKAN KUBURAN

Setelah pertemuan beberapa hari dengan Abah Has, Japra merasa selalu ingin selalu bertemu dengannya, baginya bertemu dengan seorang Abah Has adalah bertemu dengan guru terbaiknya dalam kehidupannnya, satu diantar orang terkuat yang pernah dilihatnya adalah Abah Has, bagaimana tidak menjadi terkuat, beliau telah mampu menjadi suami terbaik dan bahkan menjadi kepala keluarga terbaik, yang telah mampu mewujudkan janji suci pernikahannya hingga di akhir senja hidupnya dengan riang gembira, masih banyak tawa dan senyum yang beliau tebarkan setiap harinya.

Menjadi manusia terkuat bukan mampu menjadi walikota atapun menjadi wakil rakyat, tapi menjadi terkuat adalah menjadi pemimpin rumah tangga yang hebat, hingga batas waktu yang Allah tetapkan untuk pulang menghadapNya, iblis mengutus pasukan terbaiknya untuk menghancur sendi-sendi rumah tangganya, dan pasukan itu adalah bernama jin dasim, Jin Dasim adalah sejenis jin yang tugasnya mengganggu hubungan keluarga, terutama antara suami dan istri. Mereka berusaha menciptakan perselisihan dan ketidakakuran dalam rumah tangga, dengan tujuan untuk memecah belah keluarga. Jin Dasim seringkali berusaha menggoda dan mengarahkan pasangan untuk berdebat, memancing emosi, dan melakukan hal-hal yang dapat merusak hubungan rumah tangga. 

Sehingga dalam percakapan antara mereka jin kafir itu yang terekam dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut : Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas lautan. Kemudian ia mengirimkan bala tentaranya. Tentara yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang menimbulkan fitnah paing besar kepada manusia. Seorang dari mereka datang dan berkata, ‘Aku telah lakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab, ‘Engkau belum melakukan apa-apa.’ Nabi SAW melanjutkan, ‘Lalu datanglah seorang dari mereka dan berkata, ‘Tidaklah aku meninggalkannya sehingga aku telah berhasil memisahkan ia (suami) dan istrinya. Beliau melanjutkan, ‘Lalu iblis mendekatkan kedudukannya. Iblis berkata, ‘Sebaik-baik pekerjaan adalah yang telah engkau lakukan’.” (HR Muslim)

Ibarat pasukan khusus yang sangat terlatih dan sarat dengan pengalaman, diutus masuk rumah-rumah agar dalam rumah tangga itu tidak memiliki ketenangan, rumah adalah tempatnya yang sangat privasi sehingga siapapun yang akan masuk harus mengucapkan salam dan meminta izin yang punya rumah itu, berbeda dengan pasukan jin kafir perusak suasana, kedamaian dan ketenangan keluarga bebas keluar masuk.

Ada banyak pertanyaan yang ingin Japra diskusikan dengan Abah Has, dengan langkah penuh semangat untuk belajar dengan seseorang yang sudah mengalami asam garam perjalanan hidup ini, dan hari ini sudah ada janji dengan Abah Has di rumahnya, yuklah kita temui beliau.

“Asalamualaikum bah” ujar Japra

“Walaikumsalam nak Japra, silahkan masuk” jawab Abah Has

“Terimakasih bah, maaf ini saya bawa martabak buat teman ngopi” ujar Japra

“Alhamdulillah, baru aja abah kepikiran enak kayaknya kalau ngopi ada martabak, eh datang juga rizki itu, Allah Maha baik”. Ujar Abah Has

“Alhamdulillah Bah, namanya juga rizki, harus dinikamati” Kata Japra

“Iya Nak, Rizki itu datangnya dengan usaha bekerja dan ada rizki yang datangnya dengan apa yang dipikirkan, nah abah dapat rizki datang dengan apa yang dipikirkan, mikirin martabak datang juga martabak.. ha ha ha “ sambil tertawa menjawab ucapan Japra.

“wkwkwk.. bisa aja abah nih” Jawab Japra

“mak.. ini ada nak Japra, buatkan kopi ya satu lagi” Abah memanggil istrinya yang sedang di dapur

“siap abahku sayang” teriak emak dari dapur

“Bah.. katanya rumah itu tempat yang paling tenang” Tanya Japra memulai percakapan

“Iya benar nak, itu tertuang dalam surat An-Nahl ayat 80 : Allah menjadikan bagimu rumah sebagai tempat tinggal yang tenang”. Jawab abah

“terus mengapa banyak rumah dan rumah tangga yang selalu terdapat yang tidak tenang, rumahnya bagai medan pertempuran antara suami dan istri” Tanya Japra lagi

“Itu karena rumahnya dibuat seperti kuburan..”  jawab abah singkat

“Koq bisa sih kayak kuburan ? serem banget” tanya Japra

“bagaimana tidak seperti kuburan, penghuninya tidak saling berkomunikasi, bagaimana tidak seperti kuburan tidak ada kehidupan, bagaimana tidak seperti kuburan tidak ada ayat-ayat Allah yang ditebarkan dirumah itu, maka wajar jika Kanjeng Nabi pernah bersabada : Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, karena setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya” Jawab Abah Has

“wow, jadi rumah itu bisa jadi tempat tinggal dan bisa juga jadi kuburan yang sepi dan tidak ada cahaya kehidupan” Tegas Japra

Hampir semua orang itu tahu itu kuburan, yaitu tempat manusia ketika sudah meningal dikubur atau dimakmkan did alam tanah itu, dan tempat keburan yaitu kumpulan mayat yang dikubur di dalam tanah, dan sesorang yang masih hidup tidak akan mau tinggal disitu, karena memang kuburan bukan tempat orang-orang hidup, dan jika rumah tidak ada aktivitas membaca, belajar dan mengamalkan ayat-ayat Allah maka itulah kuburan yang seseungguhnya, sehingga para pasukan jin dasim itu bebas masuk keluar masuk semua makhluk tidak perlu izin lagi,

“Nah Bagimana jin dasim itu masuk dalam rumah itu ?” Tanya Japra

“Karena menggapnya bagian dari anggota rumah itu” Jawab  Abah Has

“koq bisa bah ?” tanya Japra penasaran

“karena membiarkan mereka untuk tinggal dirumah itu” Jawab Abah Has

“Karena kita tidak mau mengusir dari rumahnya” Lanjut Abah Has

“caranya bagiaman bah mengusir jin itu dari rumah?” Tanya Japra

Kemudian Abah Has membacakan sebuah Hadist, seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR Muslim).

Pertemuan dengan Abah Has begitu penuh ilmu dan hikmah, setiap kata dan kalimatnya menjadi tuntunan bukan tontonan yang bertebaran di media sosial, rumah jadi tema kuat untuk terus wapada bahwa rumah itu bisa menjadi sakinah, tempat yang tenang, damai dan penuh kebahagiaan, maka rumah itu harus dihadirkan kalimat-kalimat thoyibah dan asma dan nama indah dari Tuhannya, menjadi taman surga yang indah jika didalamnya karena rumah menjadi rumah bukan kuburan.

Leave a Reply