
Mata merupakan bagian dari tubuh kita yang sangat penting, begitu pentingnya mata menjadi satu dari panca indera manusia yang sangat vital, mata berfungsi sebagai penglihatan dan menginterprestasi objek yang dilihatnya, sehingga otak dapat menerima informasi dari mata tersebut, fungsi mata juga alat komunikasi non verbal, sebagai ekspresi emosi dan batin manusia dan merupakan pusat informasi secara visual dan penglihatan.
Seseorang yang matanya tidak bisa melihat kemudian masyarakat menyembutnya buta, karena mata berperan sebagai pusat masuknya informasi secara visual sehingga makna buta itu bukan saja tidak bisa melihat tapi juga cerminan dari sebuah kebodohon, kalaulah seseorang tidak bisa baca maka menyebutnya buta huruf, kalau seseorang bertindak nekat tanpa pikir panjang maka setiap tindakanya disebut dengan tindakan membabi buta, tapi benarkah jika seseorang yang buta mata fisiknya akan selalu bodoh dan tidak tahu apa-apa, tentu tidak!, karena sumber informasi bukan hanya dari mata, sehingga terdapat panca indera yang lain sebagai alat untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan.
Fungsi mata itu banyak sekali tidak hanya fisik semata dapat melihat dan mengobservasi objek, mata juga berfungsi ruhaniyah dan batin, sehingga mata dilekatkan dengan fungsi ruhaniyah yang lain, misalnya mata batin, mata hati dan mata pikiran dan seterusnya, ini menunjukan bahwa mata itu adalah sebagai fungsi penangkap informasi dari semesta ini.
Satu metode dan teknik untuk mengangkap informasi yang tidak dapat lihat dengan mata fisik adalah dengan memejamkan kedua bola mata, dan memejamkan mata itu dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, pernahkah kita mencoba mengingat sesuatu kemudian untuk proses mengingatnya dengan cara memejamkan mata, pernahkah kita untuk menajamkan ingatan setelah membaca kemudian kita memejamkan mata, dan memejamkan juga membuat tubuh kita lebih rileks dan santai.
Satu metode dalam meditasi itu dengan cara memejamkan mata, dengan memejamkan kedua mata memaksimalkan untuk mendapatkan informasi dari semesta lebih maksimal, dan juga untuk mendapatkan konsentrasi serta ketenangan dan kedamaian, dengan memejamkan mata kita bisa merasakan dan mendengarkan informasi dari setiap bagian dari organ tubuh kita, karena sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang setiap tubuh ini memiliki fungsi lain selain fisik tapi juga ruhaniyah.
Untuk memaksimalkan teknik metditasi dan berdikir khofi dengan memejamkan mata, belajar konsentrasi dan lebih menikmati dan menghayati setiap lafal yang kita ucapkan, merasakan setiap aliran nafas dalam tubuh kita, merasakan setiap vibrasi dan getaran setiap dzikir yang kita lafalkan dengan lirih nan mesra kepada Allah, perlahan dan tenangkan hati dan batin dengan memejamkan mata dalam meditasi dan berdzikir khofi itu, untuk ini penulis mencoba menuliskan dari pengalaman yang telah dirasakan dalam tulisan ini.
Persiapan Latihan Pejamkan mata untuk meditasi dan dzikir khofi
- Siapkan tempat yang bersih dan nyaman
- Siapkan tempat dan ruangan yang bebas dari suara bising
- Siapkan tempat dengan sirkulasi udara yang baik
- Siapkan tempat dengan pencahayaan yang rendah agar mata tidak banyak merepon cahaya dari luar.
- Bersihakan tubuh dengan mandi atau bersuci seperti berwudzu
- Ambil posisi duduk yang nyaman dan tenang untuk memulai pelatihan memejamkan mata
Teknis dan metode meditasi dan dzikir khofi
- Duduk bersila ataupun posisi duduk yang paling nyaman
- Mulai dengan membacakan ta’audz dan basmalllah ketika mulai memejamkan mata
- Lepaskan semua pikiran, perasaan dan asumsi apapun
- Fokuskan pada aliran nafas bayi dan dzikir dilafalkan dalam hati
- Siapkan diri untuk menampung informasi dengan hati yang luas
- Terima dan rasakan setiap dzikir yang dilafalkan dengan penuh keyakinan
- Nikmati dan syukur bahwa kita adalah makhluk dan Allah adalah kholik
- Lakukan secara bertahap, bagi yang baru mencoba lakukan 3 menit dulu
- Lebih baik memiliki instruktur dan guru untuk membimbing teknik ini.
Meditasi dan dzikir khofi dengan memejamkan mata selama melakukan itu akan mendapatkan fokus dan konterasi dalam berdzikir, dengan berdzikir hati dan pikiran lebih tenang dan damai, dan itulah yang tertuang dalam Al-Quran sebagai berikut :
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥
“Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS. Al- A’raf ayat 205)
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram”. (QS. Ar-Rad ayat 28)
