
BELAJAR DARI NAFAS BAYI
Bernafas satu tanda manusia itu masih hidup, dan cara nafas seseorang menunjukan kondisi fisik dan jiwa seseorang, dalam kondisi sakit misalnya ritme nafasnya akan tidak berarturan, kondisi jiwa yang tertekan cara bernafas juga akan tertekan dan sangat berat, jadi pada intinya nafas yang tenang akan membawakan seseorang menjadi tenang, maka bernfaslah dengan setenang mungkin dan seikhlas mungkin.
Nafas itu adalah sebuah symbol atau metaphor hidup dan mati, ketika seseorang menarik nafas itulah sedang hidup, dan mengembuskanya adalah sebuah kematian, dan sesungguhnya seseorang itu sudah mengalami proses hidup dan mati setiap waktunya, coba bayangkan jika ketika kita mengembuskan nafas dan tidak diberikan lagi kesempatan oleh Allah untuk menariknya kembali maka yang terjadi kematian yang sesungguhnya.
Tiga hal pokok dari metaphor dari sebuah nafas dan bernafas itu, menarik nafas, menahan dan menikmati nafas serta mengembuskan nafas, manarik nafas adalah sebuah bentuk sedang mengambil dan menarik rahmat Allah untuk kita, karena rahmat Allah itu sangat luas dan besar, dan ketika menahan dan menikamti nafas itulah bentuk sedang menikmati rahmat Allah, mengolahnya untuk kebutuhan dan kepentingan tubuh agar sehat dan seimbang, nikmati udara yang mangalir dalam tubuh itu dengan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala, karena nikmat itu akan secara alami akan kita keluarkan lagi melalui hembusan nafas kita, ketika kita menghembuskan nafas itulah sesungguhnya kita sedang melepas kehidupan.
Agar nafas dan pernafasan menjadi baik dan menyehatkan tubuh maka perlu diperhatikan metode bernafas dengan baik dan benar, bernafas yang benar itu adalah melalui hidung bukan mulut, karena didalam hidup terdapat filter-filter penyaring udara yang Allah ciptakan untuk kesehatan manusia, dan nafat itu berpusat pada perut bukan dada, dan nafas perut itulah kemudian kita sebut dengan nafas bayi, kenapa itu dikatakan nafas bayi ?, karena bayi bernafas dengan fitrah dan ikhlas, nafas yang tanpa beban, alami dan natural, dan seharusnya kita dapat mencontoh nafas yang dilakukan oleh bayi itu.
Metode nafas bayi inilah biasanya dilakukan oleh para praktisi medititasi agar mendapatkan asupan udara yang benar, nafas itu harus mengalir sesuai dengan aliran dalam tubuh manusia itu sendiri, dengan banyak menggunakan dada dalam bernafas seseorang akan mengalami kelelahan dalam nafasnya.
Ada beberapa cara terbaik dalam mengola nafas itu pertama adalah dengan cara melatih diri dengan berenang, berenang itu satu metode terbaik untuk melatih penafasan, sehingga Baginda Nabi Muhammad menganjurkan untuk melatih anak-anaknya untuk berenang, yang kedua adalah dengan membaca Al-Qur’an sesuai dengan tajwid, karena ketaika dalam membaca Al-Quran terdapat aturan mengambil nafas dan dimana ada harus berhenti membaca dan mengambil nafas atau tetap terus dibaca, dan terakhir adalah dengan menahan marah, menahan marah itu adalah baik untuk kesehatan, kalau seseorang melepaskan amarahnya, maka nafas akan menjadi naik turun tidak beraturan, sehingga menjadi tidak sehat bagi tubuh, wajar sekali jika Baginda Nabi Muhammad melarang umatnya untuk marah.
Melatih Nafas Bayi
Ambil posisi duduk yang nyaman dan tenang, mulai nafas dari perut kemudian melalui dada dan dikeluarkan melalui hidung, hirup kembali udara melalui hidung kemudian pusatkan ke perut dan keluarkan lagi melalui hidung, begitu seturusnya, pertahankan nafas seperti ini dalam keseharian kita, sehingga kita akan mendaptkan ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan.
Meditasi dengan Nafas Bayi
- Ambil Posisi duduk yang benar dan nyaman
- Pejamkan Mata dengan tenang
- Ambil nafas memalui hidung
- Setelah mengambil nafas dari hidung pusatkan ke perut
- Kemudian alirkan nafas itu melalui dada dan keluarkan melalui hidung
- Ulangi dengan ketangan dan keikhlasan.
Teknik Sederhana meditasi
- Hilangkan asumsi apapun dalam pikiran kita
- Hindari keinginan diri ketika dalam meditasi
- Fokuskan dan nikmati setiap aliran nafas
- Dengan rumus meditasi, Terima, Rasakan, Arungi, Nikmati dan Syukuri (TRANS)
- Untul latihan pertama 5 menit saja dulu, kemudian meningkat menjadi 10 menit dan seterusnya.
Dan setelah meditasi dengan teknik nafas bayi kita akan membuat diri lebih fokus, rileks dan tenang dalam menjalankan kehidupan ini, dan penulis ajurkan melalui pendampingan instruktur dan guru meditasi agar lebih cepat sampai memahami meditasi nafas bayi ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat, salam sehat dan keberkahan.
