Sinar mentari siang hari menerobos jendela mobil tanpa kaca film dan tanpa kain penutup, panas menerpa sebagian wajah sebelah kananku, nampak keringat mulai berjatuhan satu-satu, tak terasa sudah membasahi dahi dan baju putih, tak terlihat rest are terdekat untuk berhenti sejenak hanya menyeka keringat dan peluh tubuh ini, perlahan-lahan diujung sana sinar mulai tertutup awan sedikit gelap, warnanya keabu-abuan, dan akhirnya bertemu juga teduhnya terasa, hanya sekedar lewat melintasi atap-atap bagian depan, lalu berlalu kembali sinar itu menerobos lagi.
Panas udara tak menyurutkan perjalanan ini, karena memang tidak sedang mengejar matahari, tapi menunggu pergantian setiap waktunya, panas ini tidak abadi, pasti dan pasti akan berseger pada posisi kunjungturnya, sore mendekati senja dan senja menjemput malam, nama-nama bagian waktu-waktu itu menjadi tanda, sesunggunya bumi kehidupan akan terus berputar-putar saja, setiap penggalan nama waktu tak berarti apa-apa jika tidak mampu menciptakan peritistiwa kehidupan, siang ya siang menjadi terang dan hangat saja, yang kita rasakan hanya itu, siang menjadi istimewa jika siang itu mampu membuat peristiwa yang mengaggumkan dan membahagiakan, atau justru terjebak dalam peristiwa menghinakan dan menyedihkan dalam hidup, semua itu tergantung yang membuat peristiwa dan menyikapinya.
Dan Peristiwa terjadi tidaklah datang begitu saja tanpa sebab, dan sesungguhnya ada sebab yang mendahuluinya, dan sebab itu terjadi karena perbuatan diri sendiri, kadang menurut kita perbuatan itu biasa-biasa saja, hanya sekedar getaran dalam hati, apalah bersitan hati atau kilsan keinginan yang belum terungkap dalam kata apalagi dalam sebuah kalimat, getaran hati janganlah dianggap remeh dan tidak ada artinya, karena setiap getaran hati itu akan mengeluarkan vibrasi dan gelombang dalam ruang dan waktu tertentu, bukankah sering mendengar cinta pada pandangan pertama, baru pertama ada getaran cinta dalam hati yang kemudian diesepon oleh indera penglihatan, dan ketika geran itu bergerak dan memunculkan vibrasi tertentu akan juga terespon kepada siapa gelombang itu ditebarkan, seketika itu juga pandangan itu akan masuk kedalam hati yang dituju, dan jika frekuensinya sama maka akan terjadi getaran yang sama, selanjutnya terserah anda menyikapinya.
Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua masuk dalam sekenario besar Sang Pencipta melalui getaran dan gerakan mahluk yang diciptakannya, masalah tenpat dan waktu adalah lindatasan geraknya sendiri, karena hakikatnya hidup itu bergerak, tanpa gerakan sudah dianggap tidak hidup, bergerak bukan hanya tubuh fisik saja, bisa jadi hati yang terus bergerak tanpa henti, atau pikiran yang terus mengembara dalam belantara pengetahuan, hati, pikiran dan tubuh bergerak secara harmoni dan selaras akan menemukan apa yang menjadi tujuan hidup seseungguhnya. Sekali lagi jangan berhenti bergerak agar seluruh tubuh, hati dan pikiran menemukan daya hidupnya, berhenti bergerak berarti sudah kehilangan daya gerak, daya hidup dan daya sadarnya.
