MASIH MAU JADI ORANG KAYA ?

Maka jadilah orang kaya harta, maka banyak yang datang kepadamu yang mengaku keluarganya, akan datang banyak orang yang mengunjungimu mengaku teman dan sahabatnya, datang mereka yang datang kepadamu itu ada yang membutuhkan bantuan keuangan dan ada juga yang datang menginginkan harta dan fasilitasnya, serta banyak yang datang menemui dengan berbagai motiv atas keinginannya, dan itu sudah menjadi resiko menjadi orang kaya.

Menjadi hukum alam, seseorang yang merasa kekurangan hartanya maka akan meminta bantuan kepada yang berlebih harta, tidaklah mungkin seseorang y6ang butuh harta meminta bantuan kepada yang mereka yang kekurangan harta.

Menjadi hukum alam, seseorang yang memiliki ilmu yang banyak, maka akan datang kepadanya meminta bantuan ilmu kepada mereka yang memiliki banyak ilmu, diberikan karunia ilmu yang banyak akan datang kepadanya yang ingin mendapatkan ilmunya.

Menjadi hukum alam, seseorang yang memiliki kekuasaan, maka akan datang kepadanya mereka yang membutuhkan kekuasaan dan fasilitasnya, diberikan karunia kekuasaan maka akan banyak datang kepada meminta perindungan, keadilaan dan kesejahteraan.

Dan menjadi hukum alam jika mereka yang kaya (Pengusaha), yang mereka memiliki ilmu (Alim) dan mereka yang memiliki kekuasaan (Penguasa) akan menentukan nasib dari komunitas, masyarakat, bangsa dan rakyat ini jika mereka berkolabirasi, nasib buruk dan baik akan dirasakan oleh masyarakat.

Masyarakat menjadi sejahtera dan berkeadilan jika ketiga kelompok tadi yaitu Penguasa, pengusaha dan para alim memiliki sifat kerahmatan, memiliki sifat kasih sayang, dan akan menjadi rahmatan lil alamiin, tapi tidak menemukan sifat kerhamatan bagi dalam tiga kelompok tadi.

Dan kali ini kita batasi pembahasan satu-satu tentang 3 kelompok tadi, dan penulis akan membahas tentang mereka yang dkarunikan harta (Pengusaha), dan selanjutnya kita akan bahas penguasa dan para alim.

Nah kalaulah diantara kita ada yang merasa manjadi orang kaya harta, bersykurlah dengan nikmat itu, karena tidak semua orang mendapatkan karunia itu, karena menjadi kaya bukan semata-mata karena hasil usahanya sendiri saja, tapi karena Allah memilih oarang itu menjadi seperti itu, kadang juga ada seseorang yang katanya kaya raya karena hasil usaha dan kerja kerasnya, sehingga mengatakan “Saya banyak harta ini karena, mental kaya dan pekerja keras untuk mendapatkannya”, seingga menganggap mereka yang kekurangan harta itu salahnya sendiri, kenapa malas ?, kenapa kidak mau bekerja keras ? , mengapa tidak menyiapkan diri mental menjadi orang kaya ?

Memang pernyatan itu tidak salah kalau dilihat dari satu sisi saja, tapi jika melihatnya dari banyak sisi, dari beberapa indikator dan faktor maka akan menjadi lebih bijaksana memilihat kemiskinan itu, karena kemiskinan itu terjadi bisa jadi karena kultural yang tadi dipertanyakan, ada juga kemiskinan karena strurkural, kemiskinan ini terjadi karena terbentuk karena sebuah sistem yang dibuat oleh  sistem gelobal dan juga perilaku oleh para penguasanya, sistem itu dibuat oleh tiga kelompok tadi yaitu Penguasa, Pengusaha dan orang orang pintar tadi.

Nah sudah jadi resiko bagi orang kaya tadi jika didatangi mereka yang ingin mendapatkan sifat kerahmatan orang kaya tadi, sudah menjadi hukum alam, jika ada menjadi kaya harta akan datang kepadanya mereka mendatanginya meminta bantuan, jangan mau menjadi orang kaya jika tidak mau disibukan memberi bantuan dari mereka yang fakir dan miskin, jangan mau menjadi orang kaya kalau tidak mampu hatinya rasa kasih sayang kepadsanya, jangan mau jadi orang kaya kalau dalam dirinya sifat pelit dan kikir, dan pada intinya jangan mau menjadi orang kaya jika tidak mau membantu, memiliki sifat kasih sayang (kerahmatan) dan memiliki sifat pelit dan kikir, karena ancamannya sangat serius dari pemberi kekayaan itu.

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebatilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali Imron : 80)

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Artinya: Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. (QS. At-Taubah ; 35)

Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu ‘anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Jauhilah perbuatan zalim, karena sungguh kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah juga sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir telah menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan apa yang diharamkan.”  
Hadis sahih – Diriwayatkan oleh Muslim

Dari ayat-ayat dan juga hadist Nabi di atas, masih mau jadi orang kaya ?

Leave a Reply