Satu kata yang ajaib, terdapat dua suku kata terima dan kasih, sederhana dan mudah diucapkan setiap orang, kata ini bukan sekadar simbol dari sebuah kesyukuran kita dengan apa yang kita dapatkan dan terima, yang mengucapkan dari hatinya dan juga bukan hanya basa basi saja, hanya sekadar pemanis dan pelengkap dari sebuah pergaulan.
Terimakasih yang keluar dari hatinya akan mengandung getaran dan vibrasi yang sangat luar biasa dalam kehidupan seseorang, dan getaran itu menjadi gelombang yang sangat kuat menerpa seluruh alam dan makhluk, kemudian menyasar kepada mereka yang satu frekuensi sehingga akan berbalik lagi kepada pemilik ucapan itu.
Terdapat dua manfaat besar ketika seseorang mampu mengucapkan terimakasih dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, Pertama akan menumbuhkan rasa syukur pada diri sendiri dan yang kedua dapat membangun komunikasi kosmik yang lebih luas.
Dan yang pertama adalah menumbuhkan rasa syukur pada diri sendiri, syukur dalam makna menerima dan mengelola anugerah yang didapatkannya, menerima sesuatu adalah membuka diri untuk menampung semua yang datang kepadanya, jangan dikira membuka diri untuk menerima itu adalah perkara mudah, dan membuka diri membutuhkan kesadaran diri yang baik, sebagai contoh jika seseorang mendapatkan sesuatu dari seseorang kemudian mengambil atau menerima bantuan itu, maka seharusnya kita mengucapkan terimakasih, nah ucapan terimakasih yang keluar dari bibir itu apakah sesuai dengan getaran hatinya, dan itu belum tentu juga selaras antara hati dan mulut, ketika tidak selaras itulah kita belum mampu menerima bantuan ini dengan hatinya, kemungkinan dua terjadi dalam situasi seperti itu, pertama bantuannya tidak sesuai dengan keinginannya atau kedua bantuan itu memang dibutuhkan tapi secara jumlah atau kuantitas tidak sesuai dengan harapan atau ekpetasi penerima bantuan itu, dan kalau itu terjadi berarti kita belum mampu menerima apa yang kita dapatkan itu.
Apalagi untuk menampung apa yang sudah didapatkanya, menampung dalam artian penerimaan itu landasi dengan rasa syukur kepada Allah yang telah menggerakan hati seseorang itu membantu dirinya, menampung dalam makna mampu menfaatkan pemberian itu dikelola sesuai dengan kebutuhannya bukan pada nafsu keinginannya saja, atau dengan kata pemebrian itu sesuai dengan peruntukkannya.
Yang kedua terimakasih itu akan membangun komunikasi sesama dengan baik, terimakasih adalah membuka diri untuk berkomunikasi dengan diri dan lingkungannya, ini artinya jika mampu berterimaksih berarti membuka diri untuk menerima apapun yang datang pada dirinya, berterimakasih bukan hanya bagi yang menerima nikmat, rahmat dan anugerah dari Allah tapi kita yang memberikan yang ditugaskan Allah untuk menjadi perantara nikmat, rahmat dan cintanya Allah, kita mampu dberikan kemampuan untuk memberi itu kebaikan kepada yang lain, maka perbanyaklah berterimakasih, karena masih ada seseorang yang mau menerima kebaikan kita, nanti disuatu saat tidak ada mau menerima kebaikan kita, dan ini ditunjukan dari sabda Nabi Salawallahu alaihi wassalam ; “Segerakanlah sedekah, jangan datang hingga suatu zaman ketika seorang harus berkeliling untuk memberikan apa yang akan disedekahkannya dan tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya. Seandainya kau datang kemarin, pasti aku akan menerimanya, adapun hari ini aku tidak membutuhkannya” (H.R. Bukhari).
Penerima dan pemberi sedekah atau kebaikan keduanya harus mampu berterimakasih, penerima kebaikan harus mampu berterimakasih kepada mereka yang telah memberikan kebaikan itu dengan menerima dengan ikhlas dan kemudian mendoakan kebaikan itu mereka kepada Allah, dan begitu juga yang memberikan kebaikan itu harusnya berterimakasih kepada yang mau menerima kebaikan itu dan bersyukur kepada Allah yang telah memampukan jiwa dan mental dirinya untuk memberi, karena begitu banyak orang sebenarnya sudah memiliki kemaun untuk bersedekah tapi tidak diberikan kemampuan untuk melakukannya.
Artinya yang memberikan dan yang menerima kebaikan membutuhkan ilmu berterimakasih, terimakasih sesungguhnya saudara kembar dari syukur, maka dalam bahasa arabnya terimaskasih adalah syukuron atau syukur, nah ilmu terimakasih berarti kita sedang mempelajari ilmu syukur.
Secara kebahasaan, asy-syukr berarti “ucapan”, “perbuatan”, “sikap terima kasih” (al-hamd), dan “pujian”. Dalam ilmu tasawuf istilah “syukur” berarti “ucapan, sikap, dan perbuatan terima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan karunia yang diberikan-Nya”.
Ayat-ayat tentang syukur :
1. Surat Al- Baqarah Ayat 152
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
2 Surat Al- Baqarah Ayat 172
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”
3. Surat An-Nahl Ayat 114
- Surat An-Nahl Ayat 114
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja
4. Surat Luqman Ayat 12
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
5. Surat Luqman Ayat 14
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
6. Surat Saba’ Ayat 15
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
7. Surat Az-Zumar Ayat 66
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”
8. Surat Ibrahim Ayat 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
9. Surat Al Anfal Ayat 26
وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى ٱلْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
10. Surat Al-‘Ankabut Ayat 17
إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَٰنًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
11. Surat Al-A’raf Ayat 10
وَلَقَدْ مَكَّنَّٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
Membaca ayat-ayat bersyukur untuk kemakmuran
1. Mengetahui sumber-sumber ilmu
Sumber ilmu dari Kitab yang Allah berikan kepada manusia, terdapat 3 kitab menjadi rujukan ilmu.
Pertama Kitab Maknun yaitu kitab Al-qur’an
Kedua Kitab Mastur Kitab terhampar yaitu Kitab Alam semesta
Ketiga Kitab Markum yaitu kitab diri
2. Membangun kesadaran tentang Kehidupan Manusia di Dunia
Manusia hidup didunia itu sudah dibekali oleh Allah SWT untuk menjalankan keberdaannya dengan fungsi dan kegunaannya, dan nikmat itu kemudian disebut dengan pembekalan dan nikmat pmbekalan adalah fitrah manusia, dan nikmat itu bentuknya potensi yaitu ilmu, quroh dan iradah, dan nikmat pembekaln tersebut bisa aktivasi dengan cara tertentu, yang nanti kita akan bahas diepisode berikutnya.
3. Membangun kesadaran bahwa rizki dari Allah
Semua Rikzi yang diperentukan manusia dan alam semesta itu semua sumbernya dari Allah, tidak ada satupun makhluk yang luput dari rizki Allah.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
Tidak ada satupun yang bergerak di muka bumi ini kecuali Allah yang menanggung rizkinya. (QS. Hud: 6).
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ
Artinya: Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. Az-Zariyat 58)
Dalam hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang proses penciptaan manusia.
ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِىٌّ أَوْ سَعِيدٌ
“Kemudian diutus malaikat ke janin untuk meniupkan ruh dan diperintahkan untuk mencatat 4 takdir, takdir rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.” (HR. Muslim 6893).
4. Membangun Kesadaran tentang ibadah kepada Allah
Apakah hubungan berbadah kepada Allah dengan rizki, Allah adalah pemilik semua rizki, manusia adalah makhluk yang dititipi rizki itu, untuk mendapatkan rizki itu sesungguhnya mintalah kepada pemilik rizki, cara permohonan terbaik adalah dengan beribadah dan kemudian meminta pertolongan kepada Allah.
Kemudian koq ada orang jarang beribadah malah ahli maksiat harta dan kekayaan melimpah, dan perlu diingat rizki itu bukan hanya harta, kesehatan tubuh dan jiwa adalah rizki, anak yang sholeh itu rizki, memiliki keluarga yang bahagia adalah rizki.
Kemudian mereka yang ahli maksiat memiliki harta yang berlimpah adalah istidraj.
Menurut Imam Al-Ghazali, istidraj artinya pembiaran. Yaitu pembiaran karena tidak mau berhenti melakukan hal-hal yang memalukan (maksiat). Istidraj merupakan peringatan keras dari Allah SWT.
Malik Al-Mughis dalam bukunya yang berjudul Demi Masa menjelaskan, istidraj adalah pemberian kesenangan untuk orang-orang yang dimurkai Allah agar mereka terus menerus lalai. Hingga pada suatu ketika semua kesenangan itu dicabut oleh Allah, mereka akan termangu dalam penyesalan yang terlambat
Seingga dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 44 Allah berfirman :
فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ
Artinya: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad yang berasal dari sahabat Rasulullah SAW, ‘Uqbah bin Amir, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau lihat Allah memberikan sebagian keduniaan kepada hamba-Nya, apa saja yang diingininya dengan serba-serbi kemaksiatannya maka pemberian yang demikian adalah istidraj.” (HR. Ahmad)
Beberapa teknik amalan yang mampu mendatangkan rizkinya Allah, kadang kita sangat paham bahwa satu dari amalan terbaik adalah sholat, dan terdapat beberapa sholat sunah yang menjadi penrik rizki adalah sholat dhuha, sholat tahaujud dan sholat hajat, dan mengapa sholat sunah tersebut belum mampu dapat menarik rizki, ada beberapa sebab pertama niatnya bukan karena Allah tapi karena untuk mendapatkan harta atau rizki, sehingga dalam sholatanya yang terbayang adalah uang, harta atau apapun yang diinginknnya, bukan menghadirkan Allah dalam sholatnya, sholat bukan untuk sholat tapi dalam sholatnya hanya yang diperasaan dan pikirannya adalah permintaan harta.
Nah ini hanya sebuah cara atau teknik agar sholat kita tetap menjadi sholat karena Allah ta’ala bukan karena harta, beberpa teknik itu adalah sebagai berikut :
- Niatkan sholat itu hanya keran Allah ta’ala
- Sebelum sholat atau takbiratul ihram, bangun komunikasi dengan Allah dan nyatakan permintaan kita kepada Allah, sebagai proposal awal permintaan kepada Allah, agar nanti ketika dalam menjalankan prosesi sholat yang diingat hanya kepada Allah bukan keinginan kita, sholat hanya untuk beribadah kepada Allah, sehingga sholat kita bisa mengahdirkan Allah dalam setiap gerakan sholat tersebut.
- Setelah sholat perbanyak dzikir kepada Allah dengan menyebutkan asma-asma Allah pemberi rizki, misalnya ya Fatah ya rozak, bisa juga ya Goni ya Mugni dan setrusnya, dan doa di fokuskan pada perimintaan inti saja, tidak perlu seluruh hafalan doa kita panjatkan.
- Mengucapakn rasa syukur kepada Allah, dengan mengucapkan banyak terimakasih kepada Allah dengan apa yang telah diberikan kepada kita, cukup hanya mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah terimakasih, karena kebiasaan kita banyak meminta kepada Allah dan kurang sekali mengucapkan syukur kepada Allah, padahal ucapan syukur dan terimakasih adalah bentuk syukur kepada Allah, bukankah dengan bersyukur Allah akan tambah nikmat yang sudah kita rasakan. (Baca QS. Ibrahim ayat 7).
Contoh ucapan syukur itu sebagai berikut ; “Ya Allah termaksih dan saya bersyukur atas nikmat yang Enkau berikan untuk diri kami, keluarga kami dan orang-orang yang kami sayangi”
5. Membangun kesadaran tentang berbuat baik kepada Otang tua
Dan yang sering terlupakan adalah mungkin tidak pernah berterimkasih dan bersyukur dengan kebaikan orang tua kita, kita jarang sekali mengucapkan terimakasih kepada orang tua atas kebaikan dan pengorbanan orang tua, satu caranya untuk berterimakasih kepada orang tua adalah memuliakan dan membahagiakan hatinya, butlah orang tua bahagia dan tersenyum dengan sikap dan perilaku kita, senang dan bahagia orang tua itu adalah energi yang sangat dahsyat sebagai penarik rizki. (baca QS. Luqman ayat 14)
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Dalam ayat tersebut di atas perintah bersyukur setelah kepada Allah maka syukur kita kepada kedua orang tua, jangan membuat orang tua bersedih dengan ucapan, sikap dan perilaku kita, berterimakasih kepada orang tua harus diucapkan dengan baik di depan orang tua, kemudian jaga sikap dan perilaku kita untuk tidak banyak menceritakan kesusahan hidup kita kepada orang tua, sesekali ajak orang tua untuk sekadar jalan-jalan ke tempat yang disukainya, ajak makan makanan yang menjadi favoritnya, dan kalau cukup uang berangkatkan haji atau umroh sebagai bentuk syukur kita kepada orang tua, air mata kebagiaan orang tua kita adalah doa yang paling luar biasa, dan itu berarti oarang tua sudah ridho pada diri kita, jika orang tua ridho insyaallah sudah dipastikan Allah akan ridho dengan kita.
Wallah ‘alambiswab
