Hidup adalah rangkaian proses, dan prosesnya dalam bentuk fisik ataupun jasad, dan proses tumbuh kembang manusia dimulai dari rahim seorang ibu hingga dewasa dan besar seperti ini, dan tumbuh kembang seperti ini bukanlah kebetulan semata, tapi melalui perencanaan dan proses yang begitu panjang, bapak dan ibu dari seorang anak dimulai rangkaian proses kehidupan anak tersebut, orang tuanya membentuk kecendrungan seorang anak tesebut, karena seorang anak tersebut terlahir dalam kondisi fitrah, dan fitrah itu adalah sebuah kondisi terbaik manusia, dimana fitrah adalah setelan yang sempurna dari Allah, dan kalaulah fitrah itu terbawa dalam kehidupan sehari-hari anak itu hingg dewasa maka bahagialah hidupnya, tapi jika fitrah tersebut tercerabut dalam kehiduan kita maka celakalah, kalaulah boleh diumpamakan fitrah anak itu adalah sebuah produk maka anak itu masih dalam disainan pabrik atau stelan pabrik, maka orangtunya yang menambah atau merubah setelan awal fitrah manusia dengan aplikasi yang yang lain seseuai kebutuhan kehidupan anak tersebut.
Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya, kita membahsa dari pengertian algoritma itu sendiri, pada walanya Algoritma adalah sebuah istilah dalam komputer dengan bahasa pemrograman, Algoritma adalah metode atau langkah-langkah yang dirancang secara teratur dan berurutan untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah melalui instruksi atau tindakan, tapi istilah itu sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk merancang kehidupan manusia agar lebih baik dan lebih teratur dalam kehidupannya.
Karena hidup seseorang itu adalah proses untuk mencapai kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, maka Allah menanamkan fitrah dalam bentuk Algoritma ketuhanan dalam diri manusia sejak dalam rahim hingga terlahir dimuka bumi ini, sehingga untuk tetap pada algoritma ketauhidan kepada Allah, Allah yang Maha kasih dan sayang menurunkan kitab suci Al-Quran sebagai manual book, karena Al-quran adalah Kitab tuntunan hidup bagai manusia agar tetap pada jalan yang benar Sirotol mustaqiem, sehingga pilihan hidup kita menjadi benar sesuai denga Algoritma ketuhanan.
Al-Quran adalah tuntunan kehidupan manusia, dan manusia sendiri yang memilih pilihan hidupnya, agar pilihan hidupnya pada jalan yang benar, menggunakan seluruh potensinya untuk tetap pada petunjuk Allah dan Rosulnya, sehingga Nabi Muhmmad mengingatkan itu dalam sebuah hadistnya, Dari Abū Syuraih al-‘Adawī Khuwailid bin Amrū raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Suatu ketika Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam keluar untuk menemui kami seraya bersabda, ‘Bergembiralah, berikanlah kabar gembira, bukankah kalian bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan-Nya’? Para sahabat menjawab, ‘Benar’. Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali, satu ujungnya di tangan Allah dan satu ujungnya lagi di tangan kalian, maka berpegang teguhlah dengannya, karena dengan itu kalian tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara setelahnya, selamanya’.”
Dan sebuah contoh kasus bagaimana kita untuk tetap pada jalan Allah atau algoritma ketuhanan, yang sekarang sedang marak menjadi permasalahan rakyat Inonesia, tercatat sekarang bahwa Indonesia peringkat pertama dalam hal pemain judi online, seingga data menunjukan bahwa lebih dari 2,37 juta orang tertahan dan terjerat judi online dan lebih mengerikan lagi 80.000 orang pelaku judi online adalah anak-anak dibawah umur 10 tahun.
judi online semakin meraja lela. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran uang dari judi di dunia maya ini sepanjang tahun 2023 sudah mencapai Rp327 triliun artinya hampir 10 persen dari APBN Tahun 2024 yang sebesar Rp3.325,1 triliun.
Omzet judi online yang dinikmati para bandar judi itu hingga 327 triliun, dan uang sebesar itu kemudian dibawa keluar Negara Indonesia, maka akan terjadi goncangan ekonomi yang sangat besar, dan bisa-bisa pada ujungnya akan terjadi krisis ekonomi, jadi efek judi online itu bukan hanya merusak indvidu masyarakat tapi juga akan merusak bangsa dan negara yang kita cintai ini.
Cobalah kita kaji dan hayati sabuah surat dalam Al-Quran, surat Al-Maidah ayat 91 membahas tentang judi :
اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ
Artinya : “Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”
Dari ayat ini bagaiaman Setan merusak algoritma Ketuhanan, yaitu menjadikan diri lupa akan Allah dan menghapus jalan untuk sholat, dan sholat adalah jalur atau jalan terbaik untuk terhidar dari perbuatan keji dan mungkar, dan itu tertutup dengan oleh algoritma setan dengan cara bermain judi.
Setan sangat kuat usahanya untuk menarik sebuah proses kehidupan manusia agar tersesat dengan cara minuman keras dan judi, seseorang yang terjerat dan tertahan oleh algoritma setan itu tidak akan bisa keluar hingga dirinya, keluragnaya dan lingkungannya rusak, dengan terjadi permusuhan dan kebencian.
Sehingga kita mendengar berita seorang polwan membakar suaminya yang polisi itu hingga meninggal, ada berita oknum TNI bunuh diri karena judi online, ada seorang wanita memotong alat kelamin suaminya karena judi online, ada anak-anak yang hilang masa depannya karena terjarat dengan permainan judi online, dan judi online itu pelakunya bukan hanya masyarakat biasa tapi dari kalangan anggota dewan terhormat, DPR pusat dan daerah terindikasi judi online sebanyak 1000 lebih.
Beberapa bentuk algoritma setan yang tertulis dalam suarat Al-Maidah ayat 90 adalah,
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”
Dan sebagai kesimpulan, untuk saudaraku yang sedang terlibat judi online segeralah sadar dan berhenti mengikuti algoritma setan itu, tidak ada kemenangan dalam judi dan tidak ada keberuntungan dalam judi, ingat dirimu dan keluargamu yang akan menanggung perbuatan itu. Dan untuk saudaraku yang baru coba-coba main permain judi online segera hentikan sekarang juga, jangan biarkan diri kita dan keluarga kita terjerat dan terpenjara oleh jebakan algoritma setan itu. Ayolah kita kembali kepada algoritma Allah, dengan jalan selalu ingat kepada Allah, bermohon perlindungan Allah dari godaan dan jeratan algoritma setan dan iblis laknat itu, kembalilah dan sholatlah menjadi jalan keluar dalam mengembalikan jalur menuju algoritma ketuhanan kita, kembali pada fitra asli kita sebagai manusia pada ajaran Islam.
