GARA-GARA KOPI PAHIT

Adzan subuh berkumandang dengan jelas sekali, masuk dalam kamar berkeliling suaranya menusuk-nusuk gedang telinga Japra, dengan sekuat daya Japra menggerakan fungis mata untuk melihat, membangunkan semua raga yang masih ingin tetap terlelap dalam baringan kasur ini, otak japar memerintahkan mata, tangan dan kaki untuk terus bergerak dan bangun dari tidurnya, perjuangan untuk bangun subuh adalah sesuatu yang berat sekali, seberat kapas dalam balutan besi berton-ton, maka wajar jika bangun ketika fajar dan kemudian berdiri dua rakaat adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.

Subuh telah usai berganti syuruk, Waktu syuruq adalah terbitnya matahari. Syuruq artinya terbit. Waktu syuruq menandakan bahwa waktu subuh telah berakhir. Waktu syuruq atau waktu terbit matahari dapat dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu, dan Japra membuka-buka media sosialnya dan terlihat jelas status sahabatnya sedang ngopi di depan rumahnya, Japra mengirim pesan melalui WAnya.

“Asslamualaikum bro, ngopi koq sendirian, gak bahaya tah?” Ujar Japra

Dalam beberapa menit menjawabnya, padahal sahabatnya itu kalau membalas pesan begitu lama sekali, kalau Japra mengirim pagi hari baru nanti sore ada balasan, tapi sekarang agak beda, gercep (gerak cepet) sekali menjawabnya.

“Walaikumsalam, iya nih, kemari dong kita ngopi bareng” Jawab Eko

“Ok, meluncur, gue bawa kopi dari Gunung Rinjai baru dapet dari teman, Bang Jay namanya” Ujar Japra

“Siap” Jawab Eko

Japra mengeluaran motor bebeknya, motor legendaris karena telah menamani Japra dalam setiap perjalannannya, motor itu kalau dicatat dalam sejarah menjadi saksi perjuangan dan perjalanannya, kali ini akan dibawa menemui Eko Sahabatnya.

“Nah gitu dong, pagi-pagi udah ngopi” Ujar Japra sambil menstandarkan motornya

“ini juga gue belum tidur dari semalam” Jawa Eko

Memang Sahabtanya Japra ini sepertinya kehidupan terbalik, malam bagaikan siang dan siang dibuatnya malam, karena aktivitas Eko lebih banyak dilakukan malam hari, dan siangnya untuk tidur, itu juga kalau siangnya bisa tidur.

“Ya, Allah jaga kesehatan bro” Ungkap Japra

“Siap, ayo duduk sini” Kata Eko

“Terimaksih” Jawab Japra

“Gue lihat status ente, keliatannya mau mendirikan Pondok Pesantren” Tanya Japra

“Pengennya sih begitu” Jawab Eko

“Kapan mulainya nih?” Tanya Japra lagi

“Belum tahu nih, kapanya mah, gue masih bingung” Jawab Eko

“Kenapa bingung-bingung segala, yuk kita mulai aja” Ungkap Japra

“Mulai dari mana?” Tanya Eko

“Kan sudah punya lahan, terus sudah dibangun gubuk keren kayak gitu” Jawab Japra

“Lah itu mah bangunan dari kayu aja, mana bisa dijadikan pesantren” Ujar Eko

“dimana tempatnya Ko ?” tanya Japra

“itu diluar pagar belakang kompleks perumahan ini” Jawab Eko

“Kita kesana yuk, gue pengen lihat” Pinta Japra

“Sebentar kita ngopi dulu aja” Jawab Eko

“Halaah, kita geser aja ngopinya kesana” Ujar Japra

“oke deh, yuklah” Jawab Eko

Kemudian Japra dan Eko berjalan menuju lokasi rumah kayu yang akan dijadikan bangunan pertama pembangunan pesantren, jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya tidak lebih dari 70 meteran, akses masuk ke lokasi lahan itu kecil sekali cukup masuk sepeda motor saja, dan memang lahan tersebut masih banyak lubang-lubang besar karena dulunya tempat pembuatan genting dan batu bata.

“Nah ini tempatnya bro”  ungkap Eko

“Alhamdulillah, mantap ini” balas Japra

“berapa luasnya bro? “ Tanya Japra

“ya, kurang dari satu hektar “ Jawab Eko

Kemudian Japra mengarahkan pandangannya kesetiap sudut lahan yang akan dibangun pesantren tersebut.

“Saran gue nih, harus segala dimulai saja secepatnya” Ujar Japra

“mana mungkin dengan kondisi kayak begini dimulai” Ungkap Eko

“Mungkin aja, dan kitalah yang akan menjadikan yang tidak mungkin jadi mungkin, asal yakin dengan kuasa Allah” ujar Japra

“Caranya bagaimana?” Tanya Eko

“Kita mulai saja untuk pengajian anak-anak dulu” Jawab Japra

“nah boleh tuh, terus siapa yang akan mengajarkan pengajian itu ?” Tanya eko lagi

“Gue punya program yang sudah berjalan, kita tinggal pindahkan saja kesini” usul Japra

“Program apaan itu ?” Tanya Eko

“program rumah tahfiz untuk anak-anak, namanya Tahfidz For Kiddos” Jawab Japra

“iya, ya bagus itu” ungkap Eko

“Kapan kita akan mulai ? “ Tanya Japra

“menurut ente kapan kita mulai ? “ Tanya balik Eko kepada Japra

“Bagaimana kalau minggu depan hari rabu ?” Balas Japra

“Jangan gila dong Jap, masa sih secepat itu “ ujar Eko

“Lebih cepat lebih baik, ente dan bini ente tinggal nyiapin, soft louching aja” pinta Japra

“ Santrinya dari mana ? “ Tanya Eko

“Gue yang nyiapin “ Jab Japra

“Ustad yang mengajarnya bagaimana ? “ Lajut eko

“Guru dan ustad gue juga yang nyiapin, ente tugasnya membuat spanduk penerimaan santri tahfidz for kiddos saja, selebihnya insyaallah gue yang mengkodisikan”  tegas Japra

“Oke deh kalau begitu” jawab Eko

“ente buat spanduk penerimaanya, kita butuh 10 orang santri saja dulu” ungkap Japra

“koq cuma 10 orang saja sih” Tanya Eko

“udahlah ikutin aja saran gue” Tegas Japra

Semakin banyak Eko bertanya kepada Japra, semakin bingung dengan ide gila Japra, spontan dan kadang-kadang nyeleneh, dan memang terlihat bingung yang terpancar dari raut mukanya Eko.

Dan benar saja besoknya Eko membuat spanduk pendaftaran santri Tahfidz For kiddos untuk 10 orang santri saja, hari pertama belum ada yang daftar, hari kedua juga begitu, apalagi hari ketiga belum ada tanda-tanda yang daftar, baru hari kelima mulai ada yang daftar, dan diluar dugaan ternyata yang daftar lebih dari 50 anak, maka hari rabu hampir pastikan soft launcing Tahfidz for kiddos dilaksanakan.

“Alhamdulillah yang daftar sudah 50 orang lebih” Ujar Eko

“Alhamudlillah, semoga ini langkah pertama yang baik dan ridhoi Allah SWT” Jawab Japra

“Nanti hari rabu, saya akan mengundang ibu saya, teman dan kolega saya untuk hadir dalam acara pembukaan Pesantren Tahfiz For Kiddos” Ungkap Eko

“Mantap bro” Jawab Japra.

Rabu sore telah tiba, waktunya acara pembukaan pesantren Tahfiz For Kiddos, dengan persiapan yang serba dadakan dan cepat, perhelatan tersebut terlaksana juga, terdengar MC membacakan susunan acara tersebut, dan giliran Eko membuka sambutan pembukaan tersebut.

“Dengan Mengucapkan Bismillahirohmanirohim, Pesantren Tahfiz For kiddos Al Muhaimin saya nyatakan dibuka” Ujar Eko dari sebagian sambutnya

Inilah langkah awal berdirinya Pondok Pesantren Modern Al-Muhaimin, tidak ada yang kebetulan hidup ini, karema semua dalam kerangka besar rencana Allah, dan semua itu adalah takdir Allah untuk itu semua, pemantiknnya hanya gelas kopi pahit dan pisang goreng yang sudah dingin.

“Cuplikan cerita diambil dari Novel Japra Santri Petualang”

 Karya NS.Olin

Leave a Reply