oleh : KH. Nursoleh Hasyim
“Allah telah memberikan nikmat untuk hidup sukses dan bahagia, dan nikamt itu bentuknya potensi diri, yaitu potensi nikmat Ilmu, potensi nikmat kecerdasan dan potensi nikmat keahlian, semua itu disebut nikmat pembekalan (Nikmat Imdadi)”. Gus Umar Fayumi

Sukes itu bukan sekadar memiliki kekayaan yang belimpah, sukses itu bukan hanya memiliki jabatan yang tertinggi, sukses itu bukan hanya penguasaan sumber-sumber ekonomi, tapi sukses itu mampu menyelaraskan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Begitu banyak mereka yang dikatakan sukses secara harta, tapi diterpa kekosongan jiwa yang sempit dan terus merasa miskin, sehingga masih merasa belum cukup untuk terus mengekploitasi sumber-sumber ekonomi secara serampangan, karena menganggap harta kekayaan yang dimilikinya absolut miliknya, semua hasil kerja kerasnya selama ini tanpa ada peran orang lain, tanpa peran alam dan tidak ada peran Tuhan di dalamnya.
Dan terdapat juga sebagian diri manusia tidak memiliki apa-apa, merasa menjadi manusia kurang beruntung, karena merasa tidak memiliki peluang untuk berkarya dan bekerja, sehingga secara ekonomi tidak memiliki apa-apa, tidak jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, semua serba gelap gulita memandang dunia ini, tidak ada seberkas cahaya yang menjadi tujuan hidupnya.
Padahal hidup itu adalah karir yang ditugaskan oleh Allah subhanahu wataala di muka bumi ini, dengan segala perangkat dan potensinya yang luar biasa, dan bentuk penugasan itu ditunjukan sebagai pribadi yang lengkap dan komplit untuk menjadi wakil Allh di muka bumi ini, tapi semua itu bentuknya potensi yang harus dipantik dan digali untuk dinikmati dan dimanfaatkan untuk kehidupannya di dunia.
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ
Artinya : “Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh”. (QS. Al-Anbiya 105)
Bumi dan berserta isinya diwariskan kepada mereka yang beramal sholeh, amal soleh itu adalah daya untuk memanfaat alam ini dengan sesuatu yang manfaat, menurut Gus umar dalam bukunya Metode Pengembangan Diri Berbasis Kecerdasan Semesta mengatakan, Bahwa terdapat daya raga, daya hidup dan daya sadar, dan jika daya itu mampu digunakan dengan baik dan benar akan mendatangkan kecerdasan yang sangat luar biasa, bukan hanya kecerdasan diri tapi kita mampu mengkolaborasikan keceradsan diri kita dengan kecerdasan dan kesadaran semesta.
Dalam diri manusia memiliki potensi ilmu, kecerdasan dan keahlian, semua potensi itu bisa dimunculkan dipantik dengan cara mengolah tubuh diri manusia itu sendiri, dalam cosmic Intelligence itu tubuh itu dibagi menjadi 3 bagian yang saling terkait dan tidak terpisahkan.
- Tubuh Raga, tubuh raga adalah tubuh kasar, atau tubuh fisik, dan ini tercipta dari seluruh unsur semesta, tanah, air, api dan udara. Unsur tanah mencerminkan daya diam, air mencerminkan daya serap, api mencerminkan daya lontar sedangkan udara mencerminkan dan mewakili daya gerak.
- Tubuh Plasma, tubuh plasma terbentuk dari koneksivitas sel dan sel yang yang lain dalam tubuh manusia, setiap sel memiliki inti sel dan inti sel itu memiliki kode-kode kecerdasan genetik kita, setiap sel akan memiliki koneksi dengan sel yang lain sehingga menggerakan organ tubuh manusia, dan pusat organ itu adalah jantung dan paru, atau kombisan jantung dan paru dan ini akan memnculkan persenyawaan medan naluri.Medan naluri teradapat titik keakaun, kehadiran, perasaan dan kepuasaan, dan jika mampu dikelola dengan baik maka akan memunculkan daya hidup yang penuh keyakinan.
- Tubuh Cahaya, dan yang tertinggi dari tubuh kita adalah tubuh cahaya, tubuh cahaya ini diwakili oleh otak manusia, karena otak manusia memiliki pusat informasi yang sanga luar biasa.Otak mengirim dan menerima sinyal kimia dan listrik ke seluruh tubuh. Sinyal yang berbeda mengontrol proses yang berbeda, dan otak Anda menafsirkannya. Misalnya, beberapa membuat Anda merasa lelah, sementara yang lain membuat Anda merasa sakit. Beberapa pesan disimpan di dalam otak, sementara yang lain disampaikan melalui tulang belakang dan melintasi jaringan saraf tubuh yang luas hingga ke ekstremitas yang jauh. Untuk melakukan hal ini, sistem saraf pusat bergantung pada miliaran neuron (sel saraf).Dan Tubuh cahaya itu akan memancarkan Daya sadar, dan manusia jika memiliki kesadaran yang sangat tinggi hidupnya akan tenang dan bahagia.
Dan untuk menembuhkan jiwa entrepreneur dan kewirausahaan, cukup dengan mengaktivasi seluruh daya yang ada dalam tubuh manusia itu sendiri, dan bagaimana cara membutuhkan pembelajara dan pelatihan khusus.
Jadi kalaulah arti enterpreneur itu adalah seseorang yang memiliki ide kreatif dan inovatif yang mampu mengembangkan suatu bisnis untuk mencapai kesuksesan. Setiap entrepreneur memiliki definisi kesuksesan yang berbeda-beda.
Menurut Prof. Dr. H. Buchari Alma dalam bukunya “Kewirausahaan” terbitan Alfabeta, setidaknya ada delapan manfaat yang dapat kita rasakan dengan berwirausaha:
- Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi penganguran.
- Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan, dan sebagainya.
- Menjadi contoh bagi anggota massyarakaat lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.
- Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan.
- Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
- Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan.
- Memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama, dekat kepada Allah SWT.
- Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan
- Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki ide kreatif dan inovatif yang mampu mengembangkan suatu bisnis untuk mencapai kesuksesan. Setiap entrepreneur memiliki definisi kesuksesan yang berbeda-beda.
Dan itu artinya kita mampu mengaktivasi daya dalam diri kita sendiri, karena setiap manusia memiliki potensi yang luar biasa, memiliki kecerdasan, memiliki ilmu dan keahlian, semua itu dapat dimunculkan dengan pendekatan cosmic intelligence.
