You are currently viewing TRILOGI BISNIS KESEMESTAAN (Bisnis Rahmatan lil Alamiin)

TRILOGI BISNIS KESEMESTAAN (Bisnis Rahmatan lil Alamiin)

Dalam ilmu pemasaran yang konvensional kita mengenal pengertian dari komunikasi pemasaran, bauran pemasaran hingga strategi komunikasi pemasaran yang efektif dan efisien. Inti yang akan dibangun hanya tiga yaitu sebagai informasi akan produk (product knowledge), membujuk hati konsumen potensial dan dan konsumen aktual dan komunikasi pemasaran membangun hubungan baik, sebelum lebih lanjut perlu juga menjelaskan makna dari konsumen potensial dan komsumen aktual agar tidak gagal paham dalam hal ini, yang saya maksud dengan konsumen potensial adalah konsumen yang belum membeli atau mempergunakan produk yang ditawarkan dan kemungkinan dengan komunikasi yang baik dan menarik konsumen mau beli, sedangkan konsumen aktual adalah konsumen yang sudah dan masih membeli atau mempergunakan produk yang ditawarkan yang biasa kita sebut dengan pelanggan.

Dalam bisnis sekarang ini memposisikan seorang pebisnis adalah pemilik atau juga pelaku usaha tersebut dan orientasinnya adalah keuntungan atau laba. Prilaku bisnisnya hanya mengejar keuntungan tersebut dilakukan dengan berbagai cara dan strategi untuk mencapainya dan sangat kentara dengan unsur kapitalis. Bisnis bagaimana mengumpulkan sumber sumber kapital yang besar untuk mendukung bisnisnya, yang kadang pebisnis bisa menghancurkan dan menjatuhkan pebisnis yang lain dengan rasa bangga menjadi pemenang yang persaingan bisnis tersebut. Bussines is bussines yang harus dikeluar dari anasir anasir kekeluargaan, pertemanan dan bahkan agama yang menjadi sumber keyakinannya. Dalam bisnis boleh melakukan segala cara dan kalau perlu melabrak etika, akhlak dan bahkan sumber keyakinan hidupnya yaitu agama, maka tidak sedikit bisnis is war. Bisnis adalah pertempuran dan peperangan dan strategi bisnis juga banyak mengadopsi taktik dan strategi perang, sehingga banyak berjatuhan para pelaku bisnis disebabkan oleh rekan dan rival bisnisnya, bukan hanya itu tapi stregi promosinya mengandung unsur kebohongan yang sangat tinggi. Lihat saja bentuk bentuk iklan yang beredar disemua media, antara kontens iklan dan kenyataan beda jauh baik dari sisi isi atau kualitas produknya.

Cara dan gaya bisnis seperti itu jauh sekali dari kemanusiaan (humanis) apa lagi mendatangangkan cahaya ketuhanan dan keberkahan dalam usaha tidak akan menghampiri dan melingkupinya, wajar sekali jika dalam bisnis tidak menjadi sebuah kebahagiaan, dalam dunia bisnis menjadi gelisah dan tegang dalam melaksanakan, dan dengan kondisi seperti ini diperlukan cara pandang baru dalam memandang dan melaksanakan bisnis, bagaimana bisnis itu mendatangkan kebahagian bagi dirinya, keluarganya dan orang lainnya. Bisnis itu seharusnya mampu menjadi wasilah membangun kerahmatan, rahmat untuk diri, keluaraga, teman dan bahkan bagi semseta. Bukankah ajaran yang paling utama yang dicontohkan oleh Rosulullah adalah “Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Qs Al-Anbiya [21]: 107).

Islam mengatur dan memberikan pedoman yang sangat komplit dan lengkap. Ajaran Sialam bukan hanya mengatur ubudiayah mahdoh (ibadah khusus) seperti solat, zakat dana lain sebagainya, tapi menjadi ajaran yang menyeluruh termasuk dalam bisnis dan usaha, dalam bisnis diperlukan pencatatan yang yang lengkap yang dapat dipertanggung jawabkan dan akuntabel maka turunlah ayat tentang akuntansi yaitu surat al Baqoroh ayat 282, yang ditulis rinci dan lengkap, dalam bisnispun al quran mengaturnya bagiamana membangun bisnis yang baik “ ……Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah adil walaupun dia adalah kerabat(mu). Dan penuhilah janji Allah. Demikianlah yang telah diperintahkan-Nya kepadamu agar kamu mendapat peringatan.” (QS. 6/ Al An’aam:152)

Kejujuran dalam berbisnis menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan dan juga mendatangan keberkahan, berkah itu bertambah dan tumbuh berkembang, banyak yang bertambah banyak keuntungan tapi sesaat dan tidak tumbuh dan berkembang itu tandanya tidak berkah, tumbuh dan berkembang karena pola dan bisnisnya sesuai dengan syariah yang diajarkan prinspi prinsip lewat Al-quran dan Assunah.

Dan untuk membangun keberkahan dan kerhamatan dalam berbisnis, penulis memberanikan diri menawarkan konsep trilogi komunikasi bisnis semesta, ada tiga teosofi komunikasi bisnis yaitu :

  • Komunikasi dengan Pelanggan (manusia)

Komunikasi bisnis yang pertama adalah bagaimana membangun komunikasi yang cantik dengan pelanggan dalam hal ini adalah manusia, Pebisnis manusia juga sama seperti pelanggan, pebisnis memilki kedualatanya sendiri. Begitu juga pelanggan memilki kemerdekaan dan kedaulatan sendiri untuk memilih kebutuhan yang diinginkanya sesuai dengan selera dan ukrunya. Karena masing masing memilki kedaulatan sendiri maka dibutuhkan kemunikasi yang setara dan seimbang dalam artian komunikasi yang benar dan apa adanya (jujur). Bukankah Nabi Muhammad mencontohkan sikap jujur dalam bsinisnya,  prinsip bisnis ala Rasulullah yang paling utama ialah kejujuran. Pada waktu jaman Rasulullah berdagang, Rasul mendapatkan barang dagangan dari konglomerat yang bernama Khadijah, yang kemudian menjadi istri dari Nabi Muhammad terpikat dengan kejujurannya. Nabi Muhammad tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para pelanggannya. Rasulullah selalu menjelaskan apa adanya keunggulan dari barangnya dan juga kelemahan dari barangnya tersebut. Bahkan, kejujuran dari Rasulullah itulah yang menjadi ciri khas atau brand dari bisnisnya tersebut. Banyak orang yang tertarik dengan bisnis Rasulullah karena kejujurannya. Jadi kalau ditanya apa yang menjadi keunggulan dari bisnis Rasulullah, adalah kejujurannya. Sebagai pembeli, kita tentu akan memilih pedagang yang sudah terkenal jujur, karena merasa aman dan tidak akan ditipu.

  • Komunikasi dengan Produk (Semesta)

Selain cerdas dalam berkomunkasi dengan pelanggan juga mampu berkomunikasi dengan produk yang ditawarkannya, mungkin yang agak aneh dan nyeleneh, tapi prinsip logikanya seperti ini Produk yang ditawarkan adalah makhluk juga ciptaan Allah, meskipun melalu proses yang panjang tapi itu akhirnya pada akhirnya ciptaan Allah juga, semua ciptaan Allah itu adalah makhluk, dan setiap makhluk memiliki kedualatannya sendiri juga, komunikasi harus dibangun antar subjek dengan subjek sehingga meilki kesetaraan dalam komunikasi, buka antara subjek dengan objek, dan apalagi menjadi objek penderita, yang selalu ekploitasi sedemikian rupa, diperas manfaatnya dan dipaksa menuruti kehendaknya.

Model komunikasi seperti ini adalah bentuk penindasan dan pengekploitasian dalam arti pebisnis menjadi penguasa yang selalu ingin mengusai tanpa batas, dan jika pebisnis meposisikan sebagai khalifah seperti yang termaktum dalam Q.S Al-Baqarah : 30, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. “mereka berkata :” Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akn membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”  Tuhan berfirman : ”sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Khalifah itu menjadi pemimpin bukan penguasa, pemimpin adalah mampu berkomunikasi dengan bahasa cinta, bahasa kerahmatan

Jika kita memilki kecerdasan berkomunikasi seperti ini maka produk itu akan membuka diri untuk berkomunikasi dengan kita, sehingga memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pebisnis, dan lebih dari itu produkpun yang memberikan kerahmatan untuk pebisnis, dengan demikian akan meuncul keberkahan dalam bisnis.

Sedikit cara dan metode komunikasi ini secara singkat seperti ini (dan Cara Komunikasi ini akan dijelaskan dalam tulisan berikutnya) yaitu : salam sapa, berterimakasi, memohon maaf, bersyukur, istigfar, ikrar kerjasama dan doa.

  • Komunikasi dengan Tuhan (Pencipta)

Yang terkahir adalah membangun kecerdasan komunikasi dengan Tuhan (Pencipta). Sesungguhnya hidup dan mati kita dalam genggamannya, kebahagian dan kesusahan juga dalam genggamanya. Takdir pun dalam suratnya dan bahkan sukses dan gagalpun dalam izinNya, singkatnya tidak ada yang luput dari pandangnya yaitu tersurat dengan jelas dalam ayat kursi yang artinya sebagai berikut : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

Leave a Reply