Memasuki era revolusi industri 4.O di mana ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam artificial intellegence (AI) itu yang akan menggeser kemampuan kecerdasaan sesungguhnya dari seorang manusia, pertama : acting humanly artinya sistem dapat bertindak layaknya manusia, mesin tadi akan mampu berbuat sesuatu seperti manusia yang kemudian kita sebut dengan robot, jika ini berkembang sedemikian hebatnya dan manusia mampu menjaga kemanusiaannya, manusia akan diatur oleh robot bukan robot yang diatur manusia, karena pekerjaan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia tergantikan oleh robot. Kedua : Thinking humanly artinya sistem bisa berfikir seperti manusia, karena manusia semakin malas belajar maka kecepetan pemutakhiran teknologi membuat manusia akan dikalahkan oleh robot dan bisa jadi akan lebih pintar karena mamaksimilisasi kapasitas memori yang menyerupai manusia, suatu saat manusia akan dikendalikan oleh robot jika manusia tidak segera meningkatkan diri. Ketiga : think rationally artinya sisiten yang mampu berfikir rasional dan yang terakhir Act rationally artinya sistem yang mampu bertindak secara rasional.
Untuk mengantipasi itu semua penguatan kecerdasan manusia perlu ditingkat secara maksimal, banyak sudah menghilangkan metode mengahafal dalam belajar, yang penting paham saja untuk materi pembelajaran sudah dimuat dalam kotak kecil komputer atau smartpone, cukup membuka mesin pencarian akan ditemukan apa yang diinginkan dan dibutuhkan, kemapuan manusia hanya lintasan wawasan saja tidak mengakar dalam pemahaman sebuah ilmu pengetahuan. Jika ini terus menerus dilakukan maka yang terjadi manusia sangat tergantung dengan kecerdesan buatan manusia sendiri sedangkan manuisa tidak mengalami perubahan dalam ilmu pengetahuan dan keahlian.
Sebagai contoh kecil jika ingin membaca Al-Quran manusia cukup membuka mp3 moratal Al-Quran bukankah pahala yang membaca dan mendengarkan Al-Qur’an sama, mungkin saja nanti adzan setiap solat akan tergantikan oleh sebuah rekaman adzan, rekaman doa bahkan rekaman pengajian, dan semua akan berhenti jika energi listrik itu padam, maka hilanglah suara membaca Al-Qur’an, suara adzan bahakan suara doa doa tersebut disebabkan kita tidak memilki kemampuan membaca, menghafal dan mengartikan Al-Qur’an karena ketergantungan berelebihan terhadap teknologi.
Dan satu lagi contoh kecil dari sebuah kasus sekarang ini begitu sulitnya membaca karya tulis yang orisinil dibuat oleh penulis, hampir semua tulisannya saduran dari karya orang lain, dan orang lainnya menyadur dari orang lain, jurus menulis akhirnya pada 3 langkah saja control A, control V dan kontrol P dalam keyboard komputer, materi atau bahan untuk menulis angat bertebaran di internet sangat mudah dan instan sekali, sehingga banyak penulis hanya menjadi penyusun saja tidak mampu untuk menulis.
Untuk itu Pondok Pesantern Ashabul Fikri terus berijhtihad bagaimana santri tetap memiliki kecerdasan yang orisinil, santri harus membaca, menghafal dan juga harus mampu menuliskan dari apa yang mereka terima dalam sebuah ilmu pengetahuan. Untuk itu Pondok Pesantren Ashabul Fikri meluncurkan program konsentrasi kepeminatan santri dalam hal menghafal Al-Qu’an (Tahfidzul Qu’an), koensetrasi kepeminatan menulis dan keterampilan dalam public speaking (ceramah dan pidato)
Untuk Pendaftaran Santri baru di mulai pada tanggal 10 Nopember 2022, untuk informasi silahkan Wa atau Telegram 08577127777 atau email pada ppashabulfikri@gmail.com atau situs resmi website //http://ponpes.afsahabatku.or.id/home
